Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota

Sah! Presiden Jokowi Reshuffle 6 Menteri di Kabinet Indonesia Maju

- Apahabar.com Selasa, 22 Desember 2020 - 17:09 WIB

Sah! Presiden Jokowi Reshuffle 6 Menteri di Kabinet Indonesia Maju

Presiden Joko Widodo. Foto-Laily Rachev - Biro Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (22/12).

Dalam konferensi persnya, Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan telah menetapkan penggantian menteri di sejumlah posisi. Total terdapat enam pos menteri yang dirombak oleh Jokowi.

“Bersama wapres ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang segera duduk sebagai anggota kabinet Indonesia Maju,” jelasnya dalam konferensi pers.

Berikut daftar nama menteri baru yang masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju:

Tri Rismaharini yang sebelumnya menjabat Wali Kota Surabaya, mengisi posisi Menteri Sosial.

Sandiaga Salahudin Uno akan mengisi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Budi Gunadi Sadiki yang sebelumnya Wakil Menteri BUMN ditunjuk memimpin Kementerian Kesehatan.

Yaqut Cholil Quoumas yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor periode 2015-2020, diangkat sebagai Menteri Agama.

Wakil Menteri Pertahanan, Wahyu Sakti Trenggono, diangkat Jokowi untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kemudian M Lutfi yang sekarang menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, kembali ditunjuk untuk mengemban tugas sebagai Menteri Perdagangan.
Selanjutnya Presiden Joko Widodo melantik para menteri, Rabu (23/12).

Sebelumnya di pertengahan Juni 2020, Presiden sempat mengingatkan menteri dan petinggi negara di Kabinet Indonesia Maju bahwa dirinya tak gentar melakukan reshuffle. Pernyataan itu disebabkan tidak puas menyaksikan kinerja menteri yang dianggapnya bekerja biasa-biasa saja di tengah pandemi virus corona.

“Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” tegas Jokowi pada Juni lalu.

Sebulan belakangan wacana perombakan kabinet mengemuka, terutama setelah dua menteri Jokowi dicokok petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo serta Menteri Sosial nonaktif Juliari Peter Batubara selama dua pekan berturut tertangkap tangan atas dugaan kasus rasuah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Viral, Paman Tendang Ponakan Masih Balita, Nitizen: Sungguh Biadab!
apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan: Kasih Sayang Ibu Adalah Cinta Tanpa Batas
Hebat, Nenek 97 Tahun di Brasil Sembuh dari Covid-19

Nasional

Hebat, Nenek 97 Tahun di Brasil Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kalsel Memilih: Potret Unik Politik Daerah, Patuhi Ulama Ketimbang Parpol

Nasional

Situng KPU Data 67,81%: Jokowi-Ma’ruf Unggul 13 Juta Suara dari Prabowo-Sandi
Pesawat SJ 182

Nasional

Dugaan Minyak Pesawat SJ 182 Ditemukan, TNI AU: Selanjutnya Black Box!
apahabar.com

Nasional

Ini Kemampuan Pasukan Perang Hutan yang Disiapkan Kejar Ali Kalora
apahabar.com

Nasional

Protes Pidato Presiden Prancis, Indonesia: Jangan Hubungkan Islam dan Aksi Teror
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com