Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini

Satu Lagi, Laporan AnandaMu Rontok di Bawaslu Banjarmasin

- Apahabar.com Jumat, 25 Desember 2020 - 15:46 WIB

Satu Lagi, Laporan AnandaMu Rontok di Bawaslu Banjarmasin

Laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilayangkan Tim Ananda, calon wali kota Banjarmasin nomor urut 4 rontok lagi di Bawaslu. Foto: Ist

‪apahabar.com, BANJARMASIN – Satu lagi laporan dugaan pelanggaran pemilu yang diembuskan calon wali kota Banjarmasin, Ananda-Mushaffa Zakir rontok di Bawaslu.

Kasus yang dihentikan Bawaslu Banjarmasin tersebut bersifat administratif, yakni dugaan pelanggaran di puluhan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sesuai laporan surat bernomor 004/LP/PW/Kota/22.01/XXI/2020, pelapornya bernama Dede Maulana. Dede merupakan salah satu pengacara AnandaMu di Mahkamah Konstitusi.

‪“Ya, semua laporan Paslon Ananda-Mushaffa Zakir gugur keduanya,” ujar ‬Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani dikonfirmasi apahabar.com, Jumat (25/12) siang.

Ada sederet alasan aduan Tim AnandaMu tak ditindaklanjuti Bawaslu Banjarmasin.

Utamanya, kata Subhan, karena tak memenuhi unsur pelanggaran pemilu.

“Hal tersebut diperoleh dari hasil kajian setelah kami melakukan beberapa klarifikasi,” ujar Subhan.

Untuk klarifikasi, Bawaslu memeriksa pelapor, pihak KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panwascam, PDK, KPPS, Pengawas TPS hingga para saksi TPS.

“Sebanyak 70 TPS yang dilaporkan,” pungkasnya. Subhani menyebutkan sudah 200 saksi lebih yang diperiksa.

Sebelum polemik di tempat pemungutan suara itu, laporan terkait pelanggaran kampanye salah satu paslon juga dimasukkan oleh Tim AnandaMu.

Kasus tersebut belakangan juga dihentikan Bawaslu Banjarmasin karena tidak memenuhi unsur yang menjadi syarat utama untuk diloloskan menjadi sebuah pelanggaran.

“Laporan dugaan adanya kegiatan kampanye di luar jadwal pada masa tenang melalui media sosial kita hentikan,” ujar Subhan.

Bawaslu, kata dia, sebelum mengambil keputusan juga sudah memintai klarifikasi para pihak terkait.

Namun yang hadir hanya pihak pelapor saja. Sementara saksi-saksi yang diajukan dalam laporan tersebut tidak hadir meski sudah dilayangkan panggilan resmi.

“Karena tidak memenuhi unsur formil materiil perkara dalam proses pemeriksaan, jadi harus dihentikan,” pungkasnya.

Gaet Pengacara Kondang

Sejumlah pengacara kondang diboyong Tim AnandaMu yang menggugat hasil Pilwali Banjarmasin ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Nama-nama beken itu antara lain, Bambang Widjojanto (BW), Iskandar Sonhadji, Heryanto, Sulaiman N Sembiring, Aura Akhman, Muhammad Rizky Hidayat, Dede Maulana, dan Muhammad Ilham Fikri.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Usai Jadi Cawabup, Berry Mantap di Pilbup HST 2020
Banjir Kalsel

Politik

Pilgub Kalsel: Menang Telak di Kandang, Intip Respons Denny Indrayana
apahabar.com

Politik

Koyem Mendadak Mundur dari Tim Pemenangan Ben-Ujang, Simak Alasannya
apahabar.com

Politik

Terus Mengalir, Kali Ini Masyarakat Dayak Nyatakan Dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf
H Ansharuddin

Politik

Sebelum Nyoblos, Cabup Balangan H Ansharuddin Sungkem ke Orang Tua
apahabar.com

Politik

Jaring Relawan HST-1, H Zanie Siapkan Undian Menarik
apahabar.com

Politik

Bakal Jadi Wabup, Eks Direktur Walhi Canggung Saat Sesi Foto
Harmonisasi

Politik

Harmonisasi Antar SKPD Jadi Upaya Utama AnandaMu Sukseskan Gerakan Berbenah Bersama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com