Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Seiring Kenaikan Bursa Saham AS, IHSG Akhir Pekan Berpeluang Menguat

- Apahabar.com Jumat, 18 Desember 2020 - 11:06 WIB

Seiring Kenaikan Bursa Saham AS, IHSG Akhir Pekan Berpeluang Menguat

Ilustrasi IHSG. Foto-Kompas.com via Tribunnews

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan berpeluang menguat.

Penguatan IHSG diprediksi seiring kenaikan bursa saham Amerika Serikat (AS).

IHSG Jumat pagi dibuka melemah 7,13 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.106,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,48 poin atau 0,26 persen ke posisi 966,2.

“IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan mayoritas katalis positif bagi pasar,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah dalam laporan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (18/12).

Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 lalu memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75 persen.

Keputusan itu mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Dari eksternal, indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (17/12) menguat. Ada keyakinan dari pelaku pasar atas paket stimulus fiskal sekitar 900 miliar dolar AS akan segera disepakati sebelum akhir tahun ini

Sementara itu, vaksin Moderna menjadi langkah kunci yang membuka jalan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 kedua di AS pekan depan.

Selain itu, bank sentral AS The Fed berkomitmen gunakan berbagai instrumennya untuk membantu perekonomian AS.

Sedangkan data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS menunjukkan ada 855.000 pengangguran baru pekan lalu, menjadi level yang tertinggi sejak September. Data tersebut bisa menjadi sentimen negatif di pasar.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 20,57 poin atau 0,08 persen ke 26.786,1, indeks Hang Seng turun 172,97 poin atau 0,65 persen ke 26.505,41, dan indeks Straits Times terkoreksi 3,12 atau 0,11 persen ke 2.854,9.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kian Lemah, Dolar AS Tembus Rp 14.500

Ekbis

Bill Gates Sebut 3 Skill Orang Sukses di Masa Depan
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Covid-19, Produksi Migas Pertamina Naik
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Stok Beras Kalsel Masih Aman sampai Tahun Depan
Rupiah

Ekbis

Pasar Masih Cermati Paket Stimulus AS, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Perdagangan Pagi, IHSG Tembus 5.000
apahabar.com

Ekbis

Tembus 5 Ribu Penumpang, APT Pranoto Segera Perluas Terminal
apahabar.com

Ekbis

Apple MulaiĀ Gak Laku?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com