Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Sekeluarga Dokter di Banjarmasin Terkonfirmasi Covid-19, Klaster Baru Mengancam

- Apahabar.com Jumat, 18 Desember 2020 - 14:24 WIB

Sekeluarga Dokter di Banjarmasin Terkonfirmasi Covid-19, Klaster Baru Mengancam

Kota Banjarmasin masih menyisakan dua zona merah Covid-19. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarmasin terus bertambah.

Penambahan kasus berkorelasi erat dengan tingginya penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga atau klaster keluarga.

Di Kelurahan Pelambuan, misalnya, terdapat lima anggota keluarga yang terpapar Covid-19. Sang kepala keluarga berprofesi sebagai doktor.

“Pelambuan zona merah Covid-19,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi kepada apahabar.com, Jumat (18/12).

Mereka semua bisa digolongkan sebagai klaster keluarga mengingat ada lebih dari satu anggota keluarga terinfeksi Covid-19.

“Yang kita temukan lebih dari satu anggota keluarganya terinfeksi Covid-19. Ada yang berdua, bertiga dan lima orang,” ungkap Machli.

Machli menyampaikan sebagian pasien yang termasuk dalam kategori klaster keluarga umumnya orang tanpa gejala.

“Kalau dilihat daerah lain lama sudah klaster keluarga ini, tapi di kita termasuk baru,” katanya.

Untuk itu Machli menerangkan telah memprioritaskan pihaknya untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada klaster keluarga.

Caranya, dengan mendekati keluarga dengan program pendekatan sosial berskala kecil (PSBK). Program ini dilakukan 26 Puskesmas yang tersebar di penjuru Kota Seribu Sungai.

“Kita mengoptimalkan petugas di Puskesmas untuk mengedukasi kepada keluarga,” pungkasnya.

Machli mengungkapkan zona hijau bertahan hanya dua bulan. Setelahnya dua kelurahan, salah satunya Pelambuan, berubah menjadi zona merah atau berisiko tinggi penularan Covid-19.

Selain Pelambuan, Kelurahan Pemurus Dalam di Banjarmasin Selatan juga berubah menjadi zona merah Covid-19.

“Pelambuan ini zona hijau berubah merah dan Pemurus Dalam zona kuning berubah merah karena adanya klaster keluarga,” ucapnya.

Kendati demikian, Machli menyarankan untuk pasien Covid-19 yang berada dalam satu keluarga untuk menjalani isolasi di rumah karantina.

Hal ini, kata Machli, juga untuk memperhatikan psikologi orang yang tak terinfeksi Covid-19 di lingkup keluarga itu.

“Analisisnya begitu akan berdampak kepada orang di rumah jika ada pasien Covid-19 karantina mandiri di rumah,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, Banjarmasin memiliki 3.841 pasien Covid, 107 di antaranya kasus aktif, 3.559 sembuh, dan 175 meninggal dunia.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Protokol Kesehatan Rendah, Pasar Tradisional Dinilai Paling Rawan Penularan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Ketika Istri Tentara Dilatih Melukis, Kerudung Polos Jadi Lebih Menarik
apahabar.com

Kalsel

Sistem QR Code Bakal Dominasi Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Temukan Remaja Asyik ‘Ngoplos’
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Mekarsari Sosialisasi Perbup Nomor 54 ke Aparatur Desa
apahabar.com

Kalsel

PWNU Kalsel Ikuti Gelaran 1 Miliar Selawat Nariyah Serentak di Hari Santri
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Pedagang Luar, Harga Bapok di Pasar Marabahan Relatif Stabil
apahabar.com

Kalsel

Tekan Kemiskinan, HSS Andalkan Para Sarjana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com