Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Selama Pandemi, Gim dan K-Pop Populer di Kalangan Anak-anak

- Apahabar.com Minggu, 20 Desember 2020 - 11:58 WIB

Selama Pandemi, Gim dan K-Pop Populer di Kalangan Anak-anak

Grup K-Pop, BTS. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Selama pandemi, anak-anak lebih banyak berkutat dengan gawai mereka.

Berdasarkan analisis terbaru dari Kaspersky Safe Kids, gim dan K-Pop menjadi pencarian favorit anak-anak.

Perusahaan cybersecurity ini menganalisis metadata anonim yang diberikan sukarela oleh para penggunanya selama bulan November 2020.

Hasilnya, gim menjadi pencarian favorit anak dengan angka 44 persen. Roblox, Among Us, Minecraft, Gacha Life, dan Fortnet menjadi deretan gim yang paling diminati. Tak hanya permainan di internet, anak-anak juga mencari Nintendo Switch, PlayStation, dan Xbox.

Selain itu, anak-anak juga menunjukkan ketertarikannya pada permainan Lego sebesar 51 persen, Barbie 22 persen, dan boneka LOL Surprise 8 persen.

Selain gim, pencarian favorit anak berikutnya berkaitan dengan musik. Pencarian musik didominasi oleh K-Pop. Sekitar 48 persen pencarian kategori musik merupakan pencarian K-Pop dengan band favorit BTS 58 persen dan Blackpink 42 persen.

Berikut pencarian favorit anak:

1. Gim 44 persen

2. Musik 14 persen

3. Belanja 10 persen

4. Mainan 6 persen

5. Kartun 6 persen

6. Jasa dan platform 6 persen

7. Karakter 6 persen

8. Hobi dan aktivitas 4 persen

9. Gim konsol 3 persen.

Namun, pencarian gim dan musik K-Pop ini tak selalu harus dipandang buruk. Orang tua dapat menjadikan daftar pencarian ini sebagai inspirasi untuk memberikan kado Natal dan tahun baru ataupun ulang tahun anak.

“Mengetahui apa yang anak-anak Anda telusuri dapat membantu orang tua memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik, mempertimbangkan minat mereka, dan bahkan menjadi teman yang baik,” pakar analisis konten web di Kaspersky, Anna Larkina dikutip dari CNNINdonesia.com, Kamis (18/12).

Orang tua juga bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan anak berdasarkan daftar pencarian ini.

“Jangan langsung mengambil kesimpulan jika anak menghabiskan terlalu banyak waktu di video game. Mereka bisa saja berada di tengah situasi dunia nyata yang tidak memuaskan, dan mereka membutuhkan Anda untuk ini. Alih-alih membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk
bermain game, Anda dapat membantu mereka memecahkan permasalahan yang dimiliki,” analisis dari Kaspersky.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Whatsapp

Gaya

Pengguna Bakalan Tak Bisa Akses Whatsapp
apahabar.com

Gaya

Resmi, Toyota Corolla Cross Hadir di Auto2000 Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Tips Aman Melindungi Data Pribadi Saat Transaksi Digital
apahabar.com

Gaya

Yurianto Jelaskan Pedoman Kegiatan di Kantor Selama Pandemi
apahabar.com

Gaya

Belajar Ngulik Game Mobile Legends, Ini 5 Tips Buat Pemula
apahabar.com

Gaya

Cuma Rp10 Ribu, Nikmatnya Katupat Batumis Khas Banjar
apahabar.com

Gaya

Dukung PJJ, Orang Tua Harus Begini
apahabar.com

Gaya

Dear Pegowes, Ketahui Tanda Jantung Kolaps Saat Bersepeda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com