Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Setelah 3 Hari, Harga Emas Akhirnya Turun

- Apahabar.com Sabtu, 5 Desember 2020 - 10:58 WIB

Setelah 3 Hari, Harga Emas Akhirnya Turun

Ilustrasi emas. Foto-Bisnis.com

apahabar.com, CHICAGO – Harga emas dilaporkan mengalami penurunan pada akhir perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat, (Sabtu pagi WIB).

Penurunan harga logam mulia ini seiring aksi ambil untung investor setelah kenaikan tiga hari berturut-turut.

Namun, harapan stimulus baru AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan mempertahankan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan terakhir.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, menyusut 1,10 dollar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.840,00 dollar AS per ounce. Emas membukukan keuntungan mingguan lebih dari tiga persen.

Sebelumnya harga emas berjangka naik dalam 3 hari berturut-turut. Pada Selasa (1/12/2020), emas melonjak 38 dolar AS atau 2,13 persen menjadi 1.818,90 dollar AS.

Kemudian Rabu menguat 11,3 dollar AS atau 0,62 persen menjadi 1.830,20 dolar AS. Kamis kembali naik 10,9 dollar AS menjadi 1.841,10 dollar AS.

“Setelah kenaikan tiga hari yang luar biasa, emas mengalami aksi ambil untung menjelang level teknis utama di 1.850 dollar AS, dianggap sebagai rintangan yang signifikan karena sangat tangguh sebagai dukungan selama dua bulan terakhir,” kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO, Tai Wong, dilansir dari Kompas.com.

“Reaksi emas terhadap laporan penggajian AS yang sangat lemah – direspons aksi jual alih-alih reli – menunjukkan para pemburu harga murah mungkin puas untuk saat ini,” tambah dia.

Dia menyebutkan adanya kemungkinan beberapa “program penjualan” moderat yang stabil melalui exchange traded funds (ETF).

Data pada Jumat menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerja paling sedikit dalam enam bulan pada November, memperkuat ekspektasi akan lebih banyak stimulus fiskal yang mengangkat indeks-indeks utama Wall Street ke level tertinggi sepanjang masa.

RUU bantuan Virus Corona bipartisan senilai 908 miliar dollar AS menarik dukungan di Kongres AS pada Kamis (3/12/2020).

Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang kemungkinan besar disebabkan oleh stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Di luar koreksi jangka pendek, dolar yang lebih lemah, suku bunga riil negatif, kekhawatiran seputar inflasi dan ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut di tengah kebijakan moneter yang akomodatif kemungkinan akan menjaga harga emas cenderung naik,” kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Sementara itu dollar AS menuju minggu terburuk sejak awal November, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,6 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada 24,253 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 34,2 dollar AS atau 3,29 persen menjadi menetap di 1.072,8 dollar AS per ounce.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gagal Bayar Utang, Pendiri Ponsel Cina Dilarang Naik Pesawat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Seiring Negatifnya Data Ekonomi Akibat Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Dukung PEN, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 42,6 T dari Dana Negara
apahabar.com

Ekbis

Honda Klaim Merajai Penjualan di Kalselteng
apahabar.com

Ekbis

Layanan Remitansi BNI, Simak Keunggulannya
apahabar.com

Ekbis

Angkasa Pura I Kerja Sama Inisiasi Koridor Sehat dengan IIAC di Korsel

Ekbis

Awal 2021 Diprediksi Makin Banyak Resto Tutup karena Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Resolusi Pelindo III Banjarmasin di 2020; Tambah Alat Bongkar Muat Berharga Ratusan Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com