Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Suami Tewas Diterkam Buaya di Kotabaru, Amah Terpaksa Jualan Gorengan Demi Menghidupi 4 Anak

- Apahabar.com Senin, 7 Desember 2020 - 21:30 WIB

Suami Tewas Diterkam Buaya di Kotabaru, Amah Terpaksa Jualan Gorengan Demi Menghidupi 4 Anak

Amah harus berjuang menafkahi empat anaknya yang masih kecil-kecil setelah ditinggalkan suami. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Amah Marhamah (32) kini harus menghidupi 4 anaknya sendirian. Itu setelah ia ditinggal suaminya, Samsi (45) yang tewas diterkam buaya di Kotabaru pada 27 November lalu.

Setelah ditinggal suaminya, Amah harus berjualan gorengan untuk membiayai keempat anaknya. Setiap hari dia menjual ampal jagung dan bakwan yang ia titipkan ke warung-warung.

Senin (7/12) sore tadi, di rumahnya yang terbuat dari kayu dengan banyak tambalan karena lapuk, Amah meneteskan air mata sembari menceritakan perjuangannya mencari uang demi menafkahi anak-anaknya.

“Saat ini saya kerja cari uang jualan gorengan dan dititipkan di warung-warung. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk anak-anak,” ungkap Amah.

Hasil jualannya itu tidak seberapa. Hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun, ada kekhawatiran lain yang menghinggapinya.

“Alhamdulillah, jualannya hanya cukup buat makan dan belanja anak-anak. Tapi, saya tidak tahu bagaimana nanti biaya sekolah, dan masa depan anak-anak. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka menjadi anak yang saleh dan salehah,” katanya.

Kondisi ekonomi keluarganya memang tak pernah menggembirakan. Nasib serupa ia rasakan saat suaminya masih hidup.

Namun, Amah berusaha kuat. Meski suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga sudah tiada, ia terus berusaha menyambung hidup demi masa depan anak-anaknya.

Ia mengambil pelajaran dari mendiang suaminya yang pantang untuk mengeluh.

“Kami orang nggak punya. Hidup pas-pasan. Saat suami masih ada, penghasilannya hanya cukup buat makan dan jajan anak-anak,” ujar Amah yang tinggal di RT 01 Kecamatan Kelumpang Selatan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kota Baru

Benahi Permukiman Kumuh di Kotabaru, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 54 Miliar
apahabar.com

Kota Baru

2 Hari Galang Dana, Komunitas Bakti Berbagi Tanbu Salurkan Bantuan ke Kotabaru
apahabar.com

Kota Baru

Berharap Covid-19 Segera Musnah, Ratusan Warga Kotabaru Keliling Kampung Lantunkan Selawat Burdah
apahabar.com

Kota Baru

Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi
Patmaraga

Kota Baru

Peduli Korban Kebakaran Patmaraga Kotabaru, Warga Pamukan Utara Sumbang Belasan Juta
apahabar.com

Kota Baru

Sayed Jafar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Selaru
apahabar.com

Kota Baru

Giliran Kejari Kotabaru Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban
apahabar.com

Kota Baru

135 Atlet Kotabaru Siap Berlaga di Popda Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com