Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Suami Tewas Diterkam Buaya di Kotabaru, Amah Terpaksa Jualan Gorengan Demi Menghidupi 4 Anak

Amah Marhamah (32) kini harus menghidupi 4 anaknya sendirian. Itu setelah ia ditinggal suaminya, Samsi (45) yang tewas diterkam buaya.........
- Apahabar.com     Senin, 7 Desember 2020 - 21:30 WITA

Suami Tewas Diterkam Buaya di Kotabaru, Amah Terpaksa Jualan Gorengan Demi Menghidupi 4 Anak

Amah harus berjuang menafkahi empat anaknya yang masih kecil-kecil setelah ditinggalkan suami. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Amah Marhamah (32) kini harus menghidupi 4 anaknya sendirian. Itu setelah ia ditinggal suaminya, Samsi (45) yang tewas diterkam buaya di Kotabaru pada 27 November lalu.

Setelah ditinggal suaminya, Amah harus berjualan gorengan untuk membiayai keempat anaknya. Setiap hari dia menjual ampal jagung dan bakwan yang ia titipkan ke warung-warung.

Senin (7/12) sore tadi, di rumahnya yang terbuat dari kayu dengan banyak tambalan karena lapuk, Amah meneteskan air mata sembari menceritakan perjuangannya mencari uang demi menafkahi anak-anaknya.

“Saat ini saya kerja cari uang jualan gorengan dan dititipkan di warung-warung. Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk anak-anak,” ungkap Amah.

Hasil jualannya itu tidak seberapa. Hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun, ada kekhawatiran lain yang menghinggapinya.

“Alhamdulillah, jualannya hanya cukup buat makan dan belanja anak-anak. Tapi, saya tidak tahu bagaimana nanti biaya sekolah, dan masa depan anak-anak. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka menjadi anak yang saleh dan salehah,” katanya.

Kondisi ekonomi keluarganya memang tak pernah menggembirakan. Nasib serupa ia rasakan saat suaminya masih hidup.

Namun, Amah berusaha kuat. Meski suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga sudah tiada, ia terus berusaha menyambung hidup demi masa depan anak-anaknya.

Ia mengambil pelajaran dari mendiang suaminya yang pantang untuk mengeluh.

“Kami orang nggak punya. Hidup pas-pasan. Saat suami masih ada, penghasilannya hanya cukup buat makan dan jajan anak-anak,” ujar Amah yang tinggal di RT 01 Kecamatan Kelumpang Selatan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kota Baru

Kasus Positif Covid-19 di Pulau Laut Kotabaru Meningkat, 246 Orang Terpapar
Pasien Covid-19

Kota Baru

Pasien Covid-19 Sembuh di Kotabaru Bertambah, Total Kini 1.673 Orang
Peserta PTQ

Kota Baru

Lagi, 2 Warga Kotabaru Positif Covid-19 dan Sembuh 9 Orang

Kalsel

Mahasiswa STIT Kotabaru Galang Donasi untuk Korban Banjir Kalteng

Kota Baru

Diduga Trauma, Korban Longsor Kotabaru Ramai-Ramai Tinggalkan Maradapan
Lanal Kotabaru

Kota Baru

Halau Covid-19, Lanal Kotabaru Kembali Gelar Serbuan Vaksinasi Warga Maritim

Kota Baru

Sikat Pinjol Ilegal, Kapolres Kotabaru Diganjar Penghargaan
apahabar.com

Kota Baru

Lagi, Anggota DPRD Komisi I Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Patmaraga Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com