Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Sudah Lebih 600 Ribu Orang Disuntik Vaksin Pfizer Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 25 Desember 2020 - 14:08 WIB

Sudah Lebih 600 Ribu Orang Disuntik Vaksin Pfizer Covid-19

Seorang ilmuwan bekerja di dalam laboratorium Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology selama produksi dan pengujian laboratorium vaksin untuk melawan penyakit virus corona (Covid-19), di Moskow, Rusia, (6/8). Foto di buat tanggal 6 Agustus 2020. Foto-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sudah lebih dari 600 ribu orang di Inggris disuntik vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 sejak awal Desember lalu.

“Pemerintah hari ini menerbitkan angka yang menunjukkan bahwa jumlah orang yang telah menerima vaksin antara 8 Desember dan 20 Desember di Inggris adalah 616.933,” kata Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial lewat pernyataan resminya, Jumat (25/12) dilansir Antara.

Inggris menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan penggunaan vaksin yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech.

Secara keseluruhan, negara itu telah memesan 40 juta dosis vaksin Pfizer.

Menteri Kesehatan Matt Hancock berharap jutaan dosis lagi akan diterima Inggris pada akhir tahun ini.

Vaksin telah diberikan pada penghuni panti asuhan, mereka yang berusia 80 tahun ke atas, serta staf kesehatan dan perawatan sosial melalui lebih dari 500 lokasi vaksinasi.

Produsen obat Inggris AstraZeneca Plc, kata dia, menyerahkan paket data lengkap tentang vaksin Covid-19 ke regulator obat Inggris.

Kepada Reuters, Kepala Eksekutif Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan June Raine bilang bahwa regulator memulai analisis data dan akan membuat keputusan dalam waktu sesingkat mungkin.

Terpisah, Departemen Kesehatan mengonfirmasi beberapa anggota stafnya di laboratorium pengujian Milton Keynes positif Covid-19.

Varian baru dari virus corona telah menyebar dengan cepat di Inggris baru-baru ini dan sebagian besar wilayah Inggris berada di bawah pembatasan Covid-19 yang paling ketat.

Mutasi yang dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.7, disebutkan 70 persen lebih menular dan lebih mengkhawatirkan akan menjangkiti anak-anak.

Perkembangan soal mutasi itu dilaporkan telah menebar kekacauan di Inggris, mendorong sejumlah negara menerapkan larangan perjalanan yang mengganggu perdagangan dengan Eropa, serta membuat negara pulau itu terancam harus mengisolasi diri.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Stok AS Meningkat, Harga Minyak Merosot
apahabar.com

Global

Kotaro Chiba, Konsumen Pertama Terima HondaJet Elite
apahabar.com

Global

Marc Marquez Motivasi Korban Tsunami Banten
China

Global

China Lockdown, Harga Minyak Dunia Terdampak
Djoko Tjandra

Global

Kasus Surat Palsu, Djoko Tjandra Divonis 2,5 Tahun Penjara
apahabar.com

Global

Wow! Raup Penghasilan Rp 314 M, Bocah 7 Tahun Jadi YouTuber Terkaya
apahabar.com

Global

1.709 Pelajar di Malaysia Positif Narkotika
apahabar.com

Global

Masker Wajah Kim Jong Un Picu Kontroversi di Korea Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com