Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Surati Kabareskrim, Komnas HAM Akan Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI

- Apahabar.com     Minggu, 20 Desember 2020 - 20:15 WITA

Surati Kabareskrim, Komnas HAM Akan Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan penyelidikan pada mobil yang menjadi barang bukti bentrok antara FPI-Polisi, Senin (7/12) lalu.

Saat ini, Komnas HAM sudah melayangkan surat pemeriksaan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo terkait lanjutan penyelidikan kasus tersebut.

Surat tersebut berupa permintaan kepada Kabareskrim untuk dimintai keterangan terkait mobil yang menjadi barang bukti dalam insiden yang menewaskan enam laskar pengawal Rizieq tersebut.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI telah melayangkan surat kepada Kabareskrim Polri untuk dapat memperoleh keterangan terkait mobil dan berbagai informasi yang terdapat pada mobil tersebut,” ujar Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu (20/12).

Dalam pemeriksaan tersebut, Komnas HAM nantinya akan melihat langsung mobil yang ditumpangi enam laskar FPI maupun mobil yang digunakan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dalam peristiwa itu.

Namun demikian, Komnas HAM belum menentukan jadwal pasti pemeriksaan kepada jenderal bintang tiga tersebut.

“Permintaan keterangan ini dengan melihat dan memeriksa mobil secara langsung. Semoga pengambilan dan permintaan keterangan ini dapat dilakukan sesuai dengan jadwal,” ujar Anam.

Komnas HAM hingga kini setidaknya telah memeriksa 25 saksi terkait bentrok FPI-Polisi yang terjadi pada Senin (7/12) dini hari itu. Mereka terdiri dari sejumlah, baik dari polisi, FPI, maupun masyarakat yang menjadi saksi.

Komnas HAM rencananya juga akan menggandeng ahli untuk membantu investigasi dari memeriksa hasil investigasi dari sisi ilmiah dan mengetahui lebih detil terkait peristiwa.

“Pasti (akan panggil saksi ahli). Salah satu kerja human rights investigation adalah menggunakan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan,” kata Anam.

“Jika kami butuhkan untuk memberikan semakin tebalnya keyakinan, ya kami pasti akan panggil ahli,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pelajar Bunuh Begal di Malang Divonis Hukuman Pembinaan

Nasional

Pelajar Bunuh Begal di Malang Divonis Hukuman Pembinaan
apahabar.com

Nasional

Dijamu Makan Malam PM Morrison, Jokowi Tulis Pesan Persahabatan RI-Australia
apahabar.com

Nasional

Saksikan Aksi ‘Jackie Chan’ Barabai di Hitam Putih

Nasional

Bangkai Kapal Van Der Wijck Ditemukan, Lokasinya Terkenal Angker
apahabar.com

Nasional

Shopee Hapus Layanan Penjualan Uang Baru Rp75.000
Moeldoko

Nasional

Moeldoko Buka Suara, Diisukan Ambil Alih Partai Demokrat
apahabar.com

Nasional

Unjuk Rasa di Papua, Kota Jayapura Lumpuh dan Mencekam
PeduliLindungi

Nasional

Jika Data PeduliLindungi Bocor, Pemerintah Siap Tanggung Jawab
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com