Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Surati Kabareskrim, Komnas HAM Akan Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI

- Apahabar.com Minggu, 20 Desember 2020 - 20:15 WIB

Surati Kabareskrim, Komnas HAM Akan Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan penyelidikan pada mobil yang menjadi barang bukti bentrok antara FPI-Polisi, Senin (7/12) lalu.

Saat ini, Komnas HAM sudah melayangkan surat pemeriksaan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo terkait lanjutan penyelidikan kasus tersebut.

Surat tersebut berupa permintaan kepada Kabareskrim untuk dimintai keterangan terkait mobil yang menjadi barang bukti dalam insiden yang menewaskan enam laskar pengawal Rizieq tersebut.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI telah melayangkan surat kepada Kabareskrim Polri untuk dapat memperoleh keterangan terkait mobil dan berbagai informasi yang terdapat pada mobil tersebut,” ujar Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu (20/12).

Dalam pemeriksaan tersebut, Komnas HAM nantinya akan melihat langsung mobil yang ditumpangi enam laskar FPI maupun mobil yang digunakan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya dalam peristiwa itu.

Namun demikian, Komnas HAM belum menentukan jadwal pasti pemeriksaan kepada jenderal bintang tiga tersebut.

“Permintaan keterangan ini dengan melihat dan memeriksa mobil secara langsung. Semoga pengambilan dan permintaan keterangan ini dapat dilakukan sesuai dengan jadwal,” ujar Anam.

Komnas HAM hingga kini setidaknya telah memeriksa 25 saksi terkait bentrok FPI-Polisi yang terjadi pada Senin (7/12) dini hari itu. Mereka terdiri dari sejumlah, baik dari polisi, FPI, maupun masyarakat yang menjadi saksi.

Komnas HAM rencananya juga akan menggandeng ahli untuk membantu investigasi dari memeriksa hasil investigasi dari sisi ilmiah dan mengetahui lebih detil terkait peristiwa.

“Pasti (akan panggil saksi ahli). Salah satu kerja human rights investigation adalah menggunakan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan,” kata Anam.

“Jika kami butuhkan untuk memberikan semakin tebalnya keyakinan, ya kami pasti akan panggil ahli,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Bandara Soetta Kembali Buka Tes Covid-19 untuk Umum
apahabar.com

Nasional

Jalur ‘Kejam’ Lamandau, Trek Menantang Tim Touring Kemerdekaan
apahabar.com

Nasional

Pleno Banjarbaru Selesai, Ini Capres Yang Menang
apahabar.com

Nasional

Wiranto Apresiasi Rencana HPN 2020 di Papua
apahabar.com

Nasional

Opsi Reshuffle, Jokowi Peringatkan untuk Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa Saja
apahabar.com

Nasional

Massa Depan Gedung Bawaslu Ricuh
apahabar.com

Nasional

Pecahkan Rekor AARM 2018, TNI AD Masih Perkasa Se-Asia Tenggara
apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingatkan Pancasila Harus Hadir Nyata Dalam Kehidupan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com