PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus Jelang Piala AFF 2021, Evan Dimas Tetap Kapten Timnas Indonesia

Tambah 4.490, Penyintas Covid-19 di RI Jadi 510.000 Orang

- Apahabar.com     Sabtu, 12 Desember 2020 - 22:24 WITA

Tambah 4.490, Penyintas Covid-19 di RI Jadi 510.000 Orang

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia menembus 501.376 orang per hari ini, Sabtu (12/12/2020).

Jumlah ini memiliki persentase 81,97% dibandingkan total kasus yang mencapai 611.631 orang.

Jumlah pasien sembuh pada hari ini mencapai 4.490 orang, dengan pertambahan kasus baru sebanyak 6.388 orang.

Dilansir dari CNBC Indonesia, urutan provinsi dengan kesembuhan harian tertinggi berada di Jawa Barat dengan menambahkan 1.003 kasus sehingga kumulatifnya menjadi 53.642 kasus. Diikuti DKI Jakarta menambahkan pasien sembuh sebanyak 928 kasus dan kumulatifnya mencapai 136.406 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pentingnya masyarakat mendapatkan vaksinasi dalam masa pandemi, bertujuan agar terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Meskipun vaksinasi memberikan kekebalan secara individu, namun terciptanya herd immunity akan melindungi masyarakat yang tidak memperoleh vaksinasi karena alasan tertentu, terlindungi dari paparan penyakit.

“Oleh karena itu, untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunitas ini, prinsip gotong royong merupakan hal yang utama. Kekebalan komunitas dapat dicapai, apabila masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Sehingga dengan jumlah yang memadai, maka akan tercipta herd immunity, sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa bahwa satu upaya pengendalian Covid-19 saja, tidak akan efektif jika tidak disertai upaya lainnya yang menutup kekurangan masing-masing dan saling melengkapi.

Misalkan, penerapan protokol kesehatan yaitu #pakaimasker, #jagajarak dan #cu tangan atau upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan). Jika hanya mengindahkan satu aspek saja, akan menghasilkan penanganan Covid-19 yang kurang efektif.

“Oleh karena itu perlu adanya kerjasama masyarakat untuk bersungguh-sungguh mengendalikan Covid-19. Langkah vaksinasi tingkat nasional harus tetap diikuti kedisiplinan kita dalam menjalankan kesehatan di setiap kegiatan. Ingat vaksinasi akan berjalan efektif apabila kita secara disiplin menjalankan protokol kesehatan,” pesan Wiku.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gugus Tugas Pertimbangkan Buka Tempat Ibadah untuk Salat Id
Gunung Sinabung

Nasional

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
apahabar.com

Nasional

Penjual Terompet Merugi
apahabar.com

Nasional

Merapi Gugurkan Lava Pijar 6 Kali, Status Waspada Level II
apahabar.com

Nasional

Waspada Ancaman Hacker Saat Kampanye Virtual Pilkada 2020
apahabar.com

Nasional

Lion Air Tergelincir di Pontianak, Bagaimana Nasib Penumpang?
apahabar.com

Nasional

4 Komite DPD Sepakat Tolak Sentralisasi di RUU Ciptakerja
apahabar.com

Nasional

Transaksi Alipay Dukung Pariwisata Bali Berkualitas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com