Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Tidak Semua Orang Bisa Divaksin Covid-19, Simak Daftarnya

- Apahabar.com Senin, 21 Desember 2020 - 17:16 WIB

Tidak Semua Orang Bisa Divaksin Covid-19, Simak Daftarnya

Ilustrasi suntik vaksin Covid-19. Foto-CNNIndonesia

apahabar.com, JAKARTA – Tidak semua orang bisa menerima vaksin Covid-19. Simak daftarnya.

Penyuntikan vaksin Covid-19 sendiri dijadwalkan awal tahun depan. Suntik vaksin tidak pungut biaya.

Sebab, Presiden Joko Widodo telah memutuskan akan menggratisnya.

Vaksinasi itu diharapkan dapat mengakhiri pandemi dengan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Saat ini pemeritah disebut telah mengamankan jutaan dosis vaksin Covid-19.

Akan tetapi, tak semua orang bisa divaksin Covid-19. Seperti dilansir cnnindonenesia, Ahli Alergi dan Imunologi Profesor Iris Rengganis menyebutkan, orang dengan kondisi tertentu tak boleh divaksinasi.

Pada kelompok ini, vaksin bisa memberikan reaksi berbeda. Dalam sejumlah kasus, vaksin juga bisa menjadi tidak efektif.

Berikut kriteria orang yang tidak boleh divaksin Covid-19.

1. Orang yang sedang sakit

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat. Orang yang sedang sakit, tidak boleh menjalani vaksinasi.

Jika sedang sakit, peserta harus sembuh terlebih dahulu sebelum divaksin.

“Vaksin hanya untuk orang sehat. Demam sedikit tidak boleh divaksin,” ujar Prof Iris.

2. Punya Penyakit Penyerta

Orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin.

Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan vaksinasi, semua orang akan dicek kondisi tubuhnya terlebih dahulu.

Mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat.

3. Tidak Sesuai Usia

Sesuai anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18-59 tahun.

Artinya, mereka yang diluar kelompok tersebut seperti lansia dan anak-anak, belum boleh menerima vaksin.

“Pada vaksin yang saat ini sedang diuji, tidak boleh untuk anak-anak karena belum ada penelitian pada anak-anak,” ujar Prof Iris.

4. Memiliki Riwayat Autoimun

Secara khusus, Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni), tidak merekomendasikan pemberian vaksin Covid-19 pada orang dengan autoimun seperi SLE atau vaskulitis.

“Pasien autoimun tidak dianjurkan untuk vaksinasi Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi,” demikian bunyi rekomendasi dari PP Peralmuni.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Bandar Narkoba Akhirnya Tewas
apahabar.com

Nasional

Jubir Presiden: Evakuasi WNI dari Yokohama Jepang Segera Dilaksanakan
apahabar.com

Nasional

Misteri Bekas Kekerasan pada Mayat Dalam Karung di Sulbar
Mahkamah Konstitusi

Nasional

Kekurangan Petahana Dikemas Jadi Serangan, Pengamat Puji Denny Indrayana
apahabar.com

Nasional

Awal Tahun Depan, 100 Juta Penduduk Indonesia Akan Divaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Satu dari Empat Dokter di Kalsel Gugur Akibat Covid-19 Diganjar Bintang Jasa
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Kasus Positif Covid Banyak Ditemukan di Ruang Kerja
apahabar.com

Nasional

Presiden ke Kalimantan, Istana: Tidak Ada Opsi Perppu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com