Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus Dua Rumah di Anjir Muara Batola Terbakar, Penyebab Dalam Penyelidikan

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Legislator Usul Pejabat Divaksin Pertama

- Apahabar.com Jumat, 11 Desember 2020 - 00:33 WIB

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Legislator Usul Pejabat Divaksin Pertama

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-Fernando Zhiminaicela via Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX, DPR RI, Anshory Siregar mengusulkan para pejabat negara, seperti presiden, wakil presiden, menteri, serta anggota DPR dan MPR, divaksin terlebih dahulu.

Hal itu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19.

“Supaya tidak ada pertanyaan di tengah masyarakat, bagaimana kalau pejabat-pejabat yang divaksin lebih dulu? Pejabat negara tidak lebih dari 4.000 orang, termasuk sedikit dibandingkan jumlah vaksin 1,2 juta yang sudah datang,” kata Anshory dalam rapat kerja dengan pemerintah yang diliput secara daring dari Jakarta, Kamis (10/12) dilansir Antara.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan pejabat divaksin terlebih dahulu juga sebagai bentuk tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

Selain para pejabat, Anshory juga mengusulkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menjadi prioritas pertama divaksinasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin yang saat ini masih menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Mohon disampaikan kalau ada rapat dengan presiden. Pejabat dan tokoh-tokoh didahulukan agar masyarakat bilang pemimpin kami tidak ragu, maka kami ikuti,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah berencana menyediakan tiga juta dosis vaksin yang pada tahap pertama akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan.

“Hal itu sesuai dengan rekomendasi Indonesia Technical Advisory Group for Imunitation dan WHO SAGE. Bila ketersediaan vaksin terbatas di awal, maka sasarannya adalah kelompok berisiko,” katanya.

Terawan mengatakan Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada para tenaga kesehatan di Jawa dan Bali.

Jawa dan Bali dipilih vaksinasi tahap pertama karena memiliki populasi penduduk yang lebih besar dan kasus positif yang tinggi.

Sementara 1,8 juta dosis vaksin yang datang tahap kedua akan diberikan kepada para tenaga kesehatan di luar Jawa dan Bali.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Buntut Pernikahan Sedarah, Ansar Bakalan Diusir dari Bulukumba
apahabar.com

Nasional

Sisi Religius Jokowi di Mata Ustaz Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Ratusan Jenis Bajakah, Awas yang Beracun
Tol Laut

Nasional

Program Tol Laut, PT ASDP Buka Rute Kapal Tujuan Banjarmasin – Subang
apahabar.com

Nasional

Taiwan Setujui Remdesivir Buatan Gilead untuk Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Prabowo Disarankan Ngopi Bareng
apahabar.com

Nasional

MK Tolak Gugatan Korban PHK Soal Kepesertaan BPJS
apahabar.com

Nasional

Polisi Harus Lebih Waspada dalam Membaca Serangan Teroris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com