PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru La Nina, Wilayah Pesisir Kalsel Jadi Atensi Khusus Jelang Piala AFF 2021, Evan Dimas Tetap Kapten Timnas Indonesia

TOP! Pengamen Indonesia Menangi Ajang Pencarian Bakat Italia, Begini Ceritanya

Nasib Cahayadi Kam (34) nampaknya berubah ketika di Italia.Pengamen asal Indonesia memenangi ajang pencarian bakat di negeri pizza itu.
- Apahabar.com     Kamis, 31 Desember 2020 - 19:58 WITA

TOP! Pengamen Indonesia Menangi Ajang Pencarian Bakat Italia, Begini Ceritanya

Cahayadi Kam atau Eki ketika tampil membawakan lagu Italia berjudul Tappeto Di Fragole di grand final ajang pencarian bakat di Italia, Sabtu (16/12) lalu. Foto-Antara

apahabar.com, LONDON – Nasib Cahayadi Kam (34) nampaknya berubah ketika di Italia.

Pengamen asal Indonesia memenangi ajang pencarian bakat di negeri pizza itu.

Eki berhasil memenangkan ajang pencari bakat “All Together Now” di Italia.

Ribuan peserta berhasil disisihkannya. Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi Eki.

“Perasaan saya benar-benar senang dan bangga sekali bisa memenangkan kompetisi tv show di Italia terlebih membawa nama Indonesia,” ujar Eki dilansir Antara, Kamis (31/12).

Ajang ini diawali di stasiun televisi di Inggris, ditonton jutaan orang.

Persaingannya tidak mudah. Namun Eki berhasil melangkah. Hingga akhirnya memenangkan hadiah sebesar 50 ribu Euro.

Ajang pencarian bakat Italia itu sendiri diadakan di Roma baru-baru ini.

Saat itu, di Final Sabtu (16/12) lalu tanpa penonton.

Eki melantunkan lagu Italia yang berjudul “Tappeto Di Fragole” yang ditulis Kekko Silvestre.

Eki menyanyikan lagu tersebut dengan berduet bersama penyanyi Italia, Rita Pavone.

Eki sejatinya biasa hanya menyanyikan lagu dalam bahasa Inggris. Namun ia sanggup menghadapi tantangan dengan bahasa Italia.

Pertama kali nyanyi lagu Italia berjudul “Tappeto Di Fragole” yang dibawakan grup musik Modà.

Lagu itu milik salah satu grup musik pop rock asal Italia.

Awal Karir

Sejak kecil, saat Eki usia 9 sudah bercita-cita untuk menjadi penyanyi.

Seusia itu, Eki kerap kali mengikuti berbagai lomba tarik suara.

Lalu, beranjak remaja, putra bungsu dari pasangan Risiat Ko dan Kam Er Tje, sempat ngamen di sejumlah kafe di Jakarta.

Eki juga seringkali diminta sebagai biduan dalam acara perkawinan (wedding singer).

Eki yang senang melantunkan lagu-lagu milik mendiang Michael Jackson itu, juga sering menjadi penyanyi di berbagai acara.

Ia pun sempat diminta menjadi penyanyi latar sejumlah biduan Indonesia.

Petualangannya berlanjut ke Italia. Eki pindah kota Milan, mengikuti sang istri, Anna Benaglia.

Untuk dapat menyambung hidup, Eki pun sempat menjadi pengamen jalanan di pusat kota Milan.

Kemampuan Eki dalam bernyanyi kemudian menarik perhatian.

Seorang agen pencari bakat kemudian mengajaknya ikut dalam All Together Now.

Eki pun diminta untuk ikut audisi yang diadakan di Roma.

Pada saat pandemi tiket kereta dari Milan ke Roma cukup mahal.

Untungnya ayah mertua Eki mau mengantarkannya. Padahal jaraknya terbilang jauh dari kota Milan, yaitu sekitar enam jam perjalanan ke Roma.

Namun jerih payah sang mertua tidak sia-sia.

Eki sanggup lolos audisi dari ribuan peserta. Kemudian lolos ke top 100.

Tak hanya itu, Eki masuk top 30 dan akhirnya babak besar top 12, sampai masuk ke final dan menjadi juara.

Hidup di Italia

Eki menceritakan bagaimana awalnya hidup di Italia.

“Aku pindah ke kota Milan bulan Juli 2019. Baru setahun di sini,” kata penggemar berat klub sepak bola AC Milan ini.

Tiba di Italia Eki mengaku awalnya sangat terkejut.

Pasalnya, perbedaan kultur yang terlampau jauh dengan Indonesia.

“Aku mencoba beradaptasi saat itu kendala di bahasa Italia yang kurang fasih, sulit mencari pekerjaan,” ujarnya.

Pada suatu hari ketika berjalan bersama sang istri di pusat kota Milan, Eki pun melihat musisi jalanan yang sedang mengamen.

Eki lantas berpikir ingin menjadi pengamen dan mencari info bagaimana caranya bisa mengamen di Duamo, ikon kota Milan.

“Ternyata di Italia tidak sembarangan orang mengamen di jalan,” ujar Eki yang diharuskan mengikut audisi dan registrasi.

Akhirnya pria kelahiran Jakarta 24 November 1986 itu mendapat lisensi untuk mengamen di jalan.

Lima bulan berlalu, ia sempat berhenti mengamen karena Italia menerapkan lockdown karena pandemi Covid-19.

Saat lockdown dibuka kembali, Eki pun mulai mengamen di jalan. Hingga suatu hari ada orang yang lewat merekam penampilan di jalan.

Hasil rekaman pun sampai ke redaksi All Together Now.

“Justru mereka yang menghubungi saya ikut audisi,” ujar Eki.

Ia pun beberapa kali bolak balik Milan-Roma untuk audisi akhirnya lolos masuk babak besar top 12 sampai ke final dan menjadi juara.

“Saya merasa beruntung sekali, apalagi keluarga istri sangat mendukung saya,” ujar Eki.

Eki berharap dengan memenangkan kompetisi All Together Now dapat menjadi awal dari karier menyanyinya di Milan.

Ia juga berharap musiknya dapat diterima seluruh dunia. Terlebih dapat membawa nama baik Indonesia di mata internasional melalui musik.

“All Together Now” adalah kompetisi musik reality televisi Inggris yang pertama kali ditayangkan di BBC One, Januari 2018.

Sampai saat ini, dua serial telah ditayangkan, namun akhirnya awal musim panas 2019, BBC memutuskan membatalkan program setelah seri keduanya berakhir.

Di setiap episode, penyanyi naik ke panggung, setiap penampilan dinilai oleh ‘The 100’ – panel unik yang terdiri dari seratus pakar musik, musisi serta artis yang dipimpin oleh mantan anggota grup musik Spice Girl, Geri Halliwell.

Akhirnya ajang pencari bakat di televisi Inggris di BBC One itu diadaptasi oleh stasiun televisi di banyak negara lain.
Adaptasi pertama seri Brazil dikenal sebagai Canta Comigo, diikuti edisi Denmark dan Australia dengan judul All Together Now dan Polandia berjudul Śpiewajmy Razem.

Sejak 2019, banyak negara lain menjadwalkan edisi lokalnya termasuk Prancis (Together, tous avec moi), Jerman (Sing Mit Mir), Italia dan Belanda (All Together Now).

Mulai tahun 2021, Malaysia juga akan menjadwalkan versinya sendiri dengan judul All Together Now Malaysia.

Malaysia jadi negara pertama di Asia memiliki All Together Now versinya sendiri.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

HPN 2020

Nasional

Hari Pers Nasional Bersama Jokowi, Simak Jadwalnya
apahabar.com

Nasional

Update Karhutla, Sudah Ribuan Hektar Ludes di Kalsel
Pasien Mesum

Nasional

Polisi Sudah Tetapkan Status Pasien Mesum di Wisma Atlet
apahabar.com

Nasional

Kapolri Turut Sumbang Sapi Limosin untuk Acara Haul Guru Sekumpul ke-14
Kobar

Nasional

UPDATE Serpihan Misterius di Kobar Diduga Badan Pesawat

Nasional

Viral, Aksi ‘Pemotor Mesum’ Raba Tubuh Wanita Gelandangan Terekam CCTV
Ledakan Bom Terhambur

Nasional

Nyaris Jadi Korban, Suami Istri Lihat Potongan Tubuh Ledakan Bom Terhambur di Depan Gereja

Hiburan

Raih Peringkat Ketiga LIDA 2021, Ratna Tetap Juara di Mata Keluarga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com