Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Usai OPEC+ Tunda Putusan Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Kian Turun

- Apahabar.com Rabu, 2 Desember 2020 - 09:02 WIB

Usai OPEC+ Tunda Putusan Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Kian Turun

Illustrasi - Minyak mentah sedang dipompa ke permukaan di Monterey Shale, California, Amerika Serikat. Foto-Reuters/Lucy Nicholson via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (1/12) waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Kondisi itu usai OPEC dan sekutunya meninggalkan pasar dalam ketidakpastian dengan menunda pertemuan formal untuk memutuskan apakah akan menaikkan produksi pada Januari.

Dilansir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun 46 sen atau 1,0 persen, menjadi menetap pada 47,42 dolar AS per barel.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) terpangkas 79 sen atau 1,7 persen, menjadi ditutup di 44,55 dolar AS per barel.

Harga minyak memperpanjang kerugian dalam perdagangan pascapenyelesaian setelah data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 4,1 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 2,4 juta barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan sekutu lainnya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi tahun depan hingga Kamis (3/12/2020) dari Selasa (1/12/2020), kata sumber.

OPEC+ diperkirakan akan mengurangi pengurangan produksi saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) sebesar dua juta barel per hari mulai Januari.

Namun, kelompok tersebut telah mempertimbangkan untuk memperpanjang pemotongan yang ada sekitar 8,0 persen dari permintaan global hingga bulan-bulan pertama 2021, posisi yang didukung oleh pemimpin de facto OPEC Arab Saudi, kata sumber. Rusia, sementara itu, mendukung peningkatan bertahap.

Pasokan tambahan akan merusak reli baru-baru ini yang membuat harga melonjak sekitar 27 persen pada November, dan beberapa negara khawatir tentang harga yang lebih rendah karena permintaan tetap lemah dan infeksi Covid-19 melonjak.

“Grup mungkin akan menemukan beberapa kompromi untuk menyelamatkan muka, dengan perpanjangan jangka pendek menjadi hasil yang paling mungkin diikuti oleh pengembalian produksi bertahap,” kata Helima Croft dari Royal Bank of Canada.

“Meskipun demikian, perseteruan terbaru ini bukan pertanda baik untuk kohesi kolektif pada 2021 saat optimisme vaksin meningkat dan produsen mengantisipasi pemulihan yang kuat,” tambah Croft.

Kedua acuan minyak telah reli baru-baru ini di tengah harapan bahwa vaksin Covid-19 akan meningkatkan ekonomi global dan permintaan bahan bakar, dibantu oleh ekspektasi bahwa produsen-produsen minyak akan mengendalikan produksi dengan ketat di tengah gelombang baru virus.

“Gangguan nyata dalam diskusi OPEC yang telah memaksa penundaan dalam pertemuan zoom OPEC+ hingga Kamis (3/12/2020) telah menghentikan momentum kenaikan harga minyak yang terbukti cukup mengesankan bulan lalu,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Jajak pendapat Reuters terhadap 40 ekonom dan analis memperkirakan Brent akan mencapai rata-rata 49,35 dolar AS per barel tahun depan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ritel Modern di Banjarmasin Terancam Ditutup
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Tambah Stok Elpiji Kalimantan untuk Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Hingga Satu Pekan Lagi, Tol Pekanbaru-Dumai Digratiskan
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, ASDP Setop Layanan Penumpang Feri
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Berpotensi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Membuat Transaksi DANA Naik
apahabar.com

Ekbis

3 Oktober 7 Rute Wings Air Ditutup, Kenapa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com