Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel

WhatsApp Rilis Aturan Baru, Pengguna yang Tak Setuju Bisa Diblokir

- Apahabar.com Minggu, 6 Desember 2020 - 14:25 WIB

WhatsApp Rilis Aturan Baru, Pengguna yang Tak Setuju Bisa Diblokir

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Aplikasi perpesanan WhatsApp akan melakukan pembaruan pada awal tahun depan.

Kabarnya pengguna harus setuju dengan aturan privasi tersebut atau terancam akses ke perpesanan ini akan dimatikan.

Dikutip dari CNBC Indonesia, pembaruan aturan atau terms of service (ToS) pada dasarnya adalah perjanjian di mana pengguna menyetujui poin-poin kebijakan sebuah layanan.

Dalam screenshot yang dibocorkan WaBetaInfo, ToS yang baru terkait dengan bagaimana WhatsApp memproses data pengguna.

“Dengan menekan setuju, Anda menerima aturan baru, yang akan akan diterapkan pada 8 Februari 2021. Setelah tanggal ini, Anda akan perlu menerima aturan baru ini untuk terus menggunakan WhatsApp atau Anda bisa selalu menghapus akun Anda,” sebut WhatsApp, dikutip Minggu (6/12/2020).

Nantinya, jika pengguna tidak menerima aturan baru tersebut, pengguna WhatsApp mungkin tidak dapat lagi memakai WhatsApp. Pihak WhatsApp menyatakan semua user harus setuju dengan aturan baru itu jika masih ingin menggunakan WhatsApp.

Mengutip Independent, juru bicara WhatsApp menyatakan perubahan ToS terkait dengan bagaimana para pebisnis bisa beroperasi di platform itu dan berinteraksi dengan user. Pelanggan mungkin bakal diberitahu mengenai aturan baru beberapa pekan mendatang.

Pengguna bisa bisa langsung setuju atau jika mau membacanya terlebih dahulu untuk review. Namun demikian, mereka harus menyetujuinya agar tetap aman memakai WhatsApp.

Facebook tampaknya memang makin giat mencoba menghasilkan uang dari WhatsApp. Mereka sebelumnya sempat akan menayangkan iklan di WhatsApp, namun akhirnya tidak jadi dilakukan karena berpotensi mengganggu pengalaman pengguna.

WhatsApp dibeli Facebook senilai USD 19 miliar pada tahun 2014. Sampai saat ini meskipun jadi layanan messaging paling populer, WhatsApp belum banyak menghasilkan pendapatan bagi induknya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Belajar dari Rumah, Advan Rilis Tablet Baru Bonus Modul Latihan Soal
apahabar.com

Gaya

Seruan Uninstall TikTok, Selebgram Cantik dari Banjarbaru Ini Dibuat Kaget
apahabar.com

Gaya

Belum Dapat Izin, Kopdargab IMO Kalseltengbar Ditunda
apahabar.com

Gaya

Pasar Tomohon, Pasar di Sulut yang Jual Hewan Liar Seperti di Wuhan
apahabar.com

Gaya

Levi Strauss & Co Donasi 3 Juta Dolar untuk Tangani Covid-19
apahabar.com

Gaya

Perusahaan Bir Corona Sikapi Santai Dikaitkan dengan Virus
apahabar.com

Gaya

Informasi Ubahan Avanza-Xenia Terbaru Bocor
apahabar.com

Gaya

Serie Terbaru Toyota Hilux dan Corolla Mejeng di Wira Toyota Banjarmasin, Bikin Ngiler
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com