Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall

Wow, 80 Persen dari 1000 Warga Indonesia Terpapar Paham Radikal

- Apahabar.com Jumat, 11 Desember 2020 - 23:32 WIB

Wow, 80 Persen dari 1000 Warga Indonesia Terpapar Paham Radikal

kajian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel. Foto- istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – 80 persen dari 1.000 warga di Indonesia diinformasikan terpapar paham radikal. Kabar mengejutkan itu datang dari kajian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel.

“Rentang umur, berkisar antara 18 hingga 20 tahun. Ya, rata-rata anak muda,” beber Ketua Aliansyah Mahadi, Jumat (11/12) malam.

Di malam sarasehan bertajuk ‘ngobrol pintar cara FKPT mencegah terorisme di Kalsel’ bersama awak media di Kota Banjarmasin, itu Aliansyah juga membeberkan sejumlah alasan mengapa hal itu bisa terjadi.

Salah satunya, dengan menyampaikan pemaparan salah seorang dedengkot alias seorang Kombatan Bom Bali. Menurutnya, pemikiran anak muda sangat mudah dimasuki. Bahkan saking mudahnya, teroris hanya memerlukan waktu dua jam.

”Yang paling mudah, ketika anak muda sedang dilanda galau. Kalau zaman sekarang, kelihatan dari postingan-postingan di media sosial,” tambahnya.

Bila melihat data di atas, tentu menjadi pertanyaan. Bagaimana dengan kondisi yang terjadi di Kalsel? Ditambahkan Aliansyah, pihaknya sendiri saat ini mengaku kesulitan untuk memetakan, di wilayah mana saja terjadi potensi, apalagi sampai mengarah ke arah terorisme.

Kendati demikian, pihaknya mengaku gencar melakukan sosialisasi terkait pencegahan paham radikal. Mendatangi seluruh lapisan masyarakat, hingga tokoh agama.

Terlebih, ketika Kalsel juga mendapat atensi pasca kejadian dugaan terorisme, yang sempat terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dimana saat Polsek Daha diserang oknum masyarakat bersenjata tajam hingga menewaskan satu anggota kepolisian setempat.

Oleh sebab itu, sangat penting langkah pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menekan kian meluasnya paham radikal ini.

“Kita minta kepada tokoh masyarakat, ulama untuk menyisipkan materi-materi radikalisasi yang mencerahkan. Contoh soal jihad di pengajian maupun majelis-majelis,” tukasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Angker, Jalan Trans Kalsel-Kaltim Desa Kembang Kuning Tabalong Ternyata Pernah Makan Korban Jiwa
apahabar.com

Kalsel

2 Kali Membunuh, Kejiwaan Penjagal Bocah SD Limpasu HST Masih Tanda Tanya
apahabar.com

Kalsel

Hari Jadi Kalsel ke-69, Warga Banua Ramai ‘Berebut’ Sebungkus Nasi
apahabar.com

Kalsel

Korem 101/Antasari Bantu Perbaiki Rumah Korban Kebakaran Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilgub 2020; Denny Indrayana Tebar Pesona, Gerindra: Belum Tertarik
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Satu Mahasiswa ULM Dikabarkan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Gowes Gembira HUT ke-74 TNI, Dandrem: Kita Makin Profesional
apahabar.com

Kalsel

Kurang dari Sehari, Kalsel Tambah Puluhan Kasus Baru Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com