Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel

Aktivitas Meningkat, Status Tanggap Darurat Gunung Merapi Diperpanjang

- Apahabar.com Sabtu, 2 Januari 2021 - 13:24 WIB

Aktivitas Meningkat, Status Tanggap Darurat Gunung Merapi Diperpanjang

Setelah stabil sepanjang 2019, Gunung Merapi kembali memperlihatkan aktivitas mengkhawatirkan. Foto: Detik

apahabar.com, YOGYAKARTA – Akibat kondisi Gunung Merapi belum kondusif, Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi hingga 31 Januari 2021.

Tercatat sudah dua kali Pemkab Sleman memperpanjang masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi.

Sebelumya pemberlakuan status tanggap darurat bencana erupsi Merapi berakhir 30 November 2020. Kemudian diperpanjang menjadi 1 sampai 31 Desember 2020.

Penyebab perpangan status tanggap darurat ini adalah ancaman dampak erupsi Gunung Merapi belum terlibat berubah. yang mengalami peningkatan.

“Berdasarkan hasil pemantauan aktivitas Gunung Merapi sejak 18 hingga 24 Desember 2020, terlihat peningkatan aktivitas vulkanis,” papar Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, Sabtu (2/1) seperti dilansir Pikiran Rakyat.

“Sampai sekarang masih berpotensi terjadi guguran lava, lontaran material vulkanis, hingga ancaman awan panas dari Gunung Merapi,” imbuhnya.

Dengan pemberlakuan status tanggap darurat, Pemkab Sleman dimungkinkan menggunakan alokasi dana tidak terduga untuk keperluan penanggulangan dampak bencana tersebut.

Faktanya masih terdapat sekitar 240 warga dari kawasan Gunung Merapi yang mengungsi di tempat pengungsian Glagaharjo, Cangkringan.

Sebelumnya Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjelaskan penanganan tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi sudah dianggarkan dalam APBD 2020 sebesar Rp10,16 miliar.

“Telah terealisasi sebesar Rp6,37 miliar atau 66 persen. Menghadapi situasi yang berkembang, juga telah dimasukkan anggaran tak terduga dalam RAPBD 2021,” tandas Purnomo.

Gunung Merapi terakhir kali meletus 21 Juni 2020dengan tinggi kolom erupsi 6.000 meter dari atas kawah puncak gunung. Padahal sepanjang 2019, gunung setinggi 2.930 mdpl itu terbilang stabil.

Tercatat sejak 1768, sudah terjadi lebih dari 80 kali letusan di Merapi. Letusan terbesar terjadi pada 1768, 1822, 1849, 1872, serta 1930 hingga 1931.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

BJ Habibie Diisukan Wafat, Keluarga Anggap Pertanda Panjang Umur
apahabar.com

Nasional

Jokowi: 62 Kasus Terduga Corona di Indonesia Negatif
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Beri Bintang Jasa untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Usai Jalani Uji Kepatutan, Idham Azis Kutip Kalimat BJ Habibie
apahabar.com

Nasional

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus
apahabar

Nasional

Dorong Kebijakan Perubahan Iklim Responsif Gender
apahabar.com

Nasional

Hasil Autopsi Mahasiswa ITB yang Tewas Saat Penelitian di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

Bercermin Masa Kecil, Jokowi Ingatkan Pentingnya Kartu Indonesia Pintar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com