Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’ CATAT! Per Hari Ini Tarif PCR di Kalsel Wajib Rp 300 Ribu Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa Blakblakan Ayah Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin

Alasan HAM, Italia Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Saudi dan UEA

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Januari 2021 - 12:57 WITA

Alasan HAM, Italia Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Saudi dan UEA

Ilustrasi, Foto-Net

apahabar.com, ROMA – Italia menghentikan ekspor persejataan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah tersebut diambil Italia setelah peringatan dari para aktivis dan anggota parlemen tentang penggunaan senjata yang melanggar hak asasi manusia (HAM) di Yaman.

“Ini adalah tindakan yang kami anggap perlu, pesan perdamaian yang jelas datang dari negara kami. Bagi kami, penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah komitmen yang tak terpatahkan,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Luigi Di Maio dilansir Sindonews.com, Sabtu (30/1).

Kelompok kemanusiaan memuji keputusan itu “bersejarah” karena akan menciptakan blokade penuh atas penjualan senjata ke negara-negara Teluk.

Jaringan Perdamaian dan Perlucutan Senjata Italia (IPDN) mengatakan langkah itu akan menghentikan pasokan setidaknya 12.700 bom.

IPDN merupakan koalisi organisasi yang berkampanye menentang penjualan senjata Italia.

Pada 2018, Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte berjanji pemerintahannya ingin mengakhiri penjualan senjata ke Arab Saudi karena keterlibatannya di Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

“Kami sangat puas,” ungkap anggota parlemen dari Partai Demokrat Lia Quartapelle, mengomentari langkah tersebut.

“Jaringan yang menentang penggunaan senjata telah menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di Yaman untuk sementara waktu,” papar dia.

Awal pekan ini, Presiden AS Joe Biden juga mengeluarkan jeda sementara untuk penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA saat pemerintahannya meninjau ekspor itu.

“Visi bersama ini membantu kami meningkatkan dialog baru dengan AS untuk mengelola hubungan di Mediterania dengan cara yang lebih seimbang,” ujar Quartapelle.

Keputusan Italia datang tepat ketika mantan Perdana Menteri Matteo Renzi terbang ke Arab Saudi untuk berbicara di forum investasi.

Renzi menjerumuskan pemerintah Italia ke dalam krisis politik dengan menarik Partai Viva Italia dari koalisi berkuasa.

Rekaman video yang dipublikasikan online menunjukkan Renzi memuji Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan kata “hebat”.

“Saudi bisa menjadi tempat Renaisans baru untuk masa depan,” papar Renzi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Jika Darurat, Korsel Setujui Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
Hamas

Internasional

Diserang Pakai Balon Api, Israel Bom Lokasi Hamas di Gaza
apahabar.com

Internasional

Pergerakan Kapal Perang AS USS Barry di Selat Taiwan Dipantau Militer China
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah
WeChat

Internasional

Lewat WeChat, PM Australia Kirim Pesan Kritik ke Pemerintah China

Internasional

Keluarga Aktivis Palestina yang Tewas Cari Keadilan ke PBB
Yerusalem

Internasional

Salat Malam Lailatulkadar di Yerusalem, Polisi Israel dan Pengunjuk Rasa Palestina Bentrok
Anak Tertua Trump

Internasional

Positif Covid-19, Anak Tertua Trump Diisolasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com