Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan

Anggota DPR RI: Insiden ‘Jilbab’ di Sekolah Jangan Sampai Terulang!

- Apahabar.com Senin, 25 Januari 2021 - 13:04 WIB

Anggota DPR RI: Insiden ‘Jilbab’ di Sekolah Jangan Sampai Terulang!

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Insiden pemaksaan penggunaan jilbab terhadap siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, disesalkan banyak pihak.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin menilai hal itu akan menimbulkan rusaknya kebhinekaan dalam kehidupan keseharian di tengah masyarakat.

Terlebih sekolah tersebut bukan sekolah yang berbasis keagamaan seperti Madrasah Aliyah (MA) ataupun pesantren yang merupakan sekolah khusus bagi umat muslim.

“Jangan sampai ini terulang kembali di dunia pendidikan umum, karena ini akan menyebabkan psikologis anak terganggu dan merampas hak asasi anak” kata Azis dilansir dari Okezone.com, Senin (25/1/2021).

Namun, politikus Partai Golkar ini mengapresiasi sikap Kepala Sekolah SMKN 2 Padang yang langsung melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada siswi dan orang tua murid serta masyarakat atas perilaku tenaga pendidiknya yang melakukan pemaksaan tersebut.

“Tentunya setiap manusia memiliki kesalahan, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Mari kita hargai dan selesaikan polemik ini, tanpa harus memperpanjang dan menyebabkan perpecahan” imbaunya.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar belajar dari peristiwa ini.

Dia mengatakan hidup harus saling menghargai dan menghormati, saling berdampingan dengan mengedepankan Kebhinekaan meskipun terdapat perbedaan suku, agama dan ras.

“Persatuan dan kesatuan harus kita kedepankan, jangan sampai ada perpecahan karena adanya perbedaan pandangan dan keyakinan, perbedaan itu indah, jika kita dapat berfikir positif dan mengedepankan arti dari nilai nilai Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenkumham: Menyusun KUHP di Negara Penuh Ragam Bukan Perkara Mudah
apahabar.com

Nasional

Dari Belanda, Ahmad Nabriz Berbagi Pengalaman Hadapi Covid-19 untuk ‘Papadaan’ Banua
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non-Kementerian, Berikut Daftarnya
apahabar.com

Nasional

Garuda Alihkan Penerbangan Eropa dari Udara Iran
Vaksin Corona

Nasional

1,2 Juta Dosis Vaksin Corona Tiba, 1,8 Juta Tambahan di Awal 2021
apahabar.com

Nasional

Kota Jayapura Diterjang Banjir dan Longsor Pasca-Hujan Deras
apahabar.com

Nasional

Jubir PKS Muda: Pada 22 Mei, Kedepankan Kepentingan Bangsa di Atas Kepentingan Golongan
apahabar.com

Nasional

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com