Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3 Geger! Nenek Suparmi Ditemukan Tewas Mengapung di DAS Kayahan Palangka Raya SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 per Gram Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya?

Awal Tahun, 59 Gempa Bumi Terjadi di Indonesia

- Apahabar.com Sabtu, 23 Januari 2021 - 22:34 WIB

Awal Tahun, 59 Gempa Bumi Terjadi di Indonesia

Ilustrasi. Ist

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 59 kali gempa bumi yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu 1-22 Januari 2021.

“Bagaimana dengan 2021? Ini baru sekitar 23 hari. Nah ternyata kejadian gempa bumi sudah 59 kali terjadi. Ini data kemarin. Artinya hampir tiap hari terjadi gempa bumi di Indonesia,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers di kanal YouTube BMKG, Sabtu (23/1).

Dwikorita lantas membandingkan data aktivitas gempa bumi yang terjadi pada bulan Januari 2020 lalu yang tercatat total 56 kali kejadian.

Ia mengakui bahwa tren aktivitas kegempaan di Indonesia pada awal tahun 2021 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Dwikorita juga mengungkapkan aktivitas kegempaan di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Ia mencatat aktivitas kegempaan sebelum tahun 2017 hanya berkisar pada 5-6 ribu kali aktivitas kegempaan.

Namun, angka itu mengalami peningkatan pada 2017 dengan intensitas 6-7 ribu kali aktivitas gempa bumi. Sedangkan, pada 2018 aktivitas kegempaan kembali naik pesat menjadi 11 ribu kali kejadian.

“Dan 2019 masih di atas 11.500 kali gempa. Namun 2020 agak menurun. Kami catat 2020 kemarin kejadian gempa sekitar angka 8 ribuan,” kata Dwikorita.

Deputi bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly, mencatat pada 14 Januari 2021 lalu, gempa dirasakan 8 kali dalam sehari.

“Jika kita ingin mewaspadai titik-titik rawan bencana gempa dapat didasarkan pada kawasan yang diduga menjadi seismic gap, yaitu zona gempa potensial tetapi sudah sangat lama tidak terjadi gempa yang patut diwaspadai,” kata dia.

Sadly merinci kawasan seismic gap di zona sumber gempa megathrust yaitu Kep Mentawai Sumbar, Selat Sunda, Selatan Bali, Sulawesi Utara, Laut Maluku, Utara Papua, dan Laut Banda.

Sementara untuk wilayah seismic gap di zona sumber gempa Sesar Aktif adalah Sesar Lembang (Jabar) dan Sesar Matano (Sulteng), Sesar Sorong (Papua Barat) dan Sesar Segmen Aceh.

Ia turut berpesan agar masyarakat patut waspada untuk setiap sumber gempa yang ada. Sebab, gempa dapat terjadi kapan saja dan dapat terjadi tidak hanya di zona seismic gap saja.

“Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas BMKG merekomendasikan agar masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan signifikan seperti lazimnya pasca terjadi gempa kuat,” kata dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Habib Banua Minta GAR ITB Cabut Laporan
apahabar.com

Nasional

Perkembangan Terbaru Uji Klinis 5 Vaksin Covid-19, Mana Paling Potensial?
apahabar.com

Nasional

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Suara Guguran dari Gunung Merapi Terdengar 7 Kali
apahabar.com

Nasional

Wakil Jaksa Agung Tewas Kecelakaan di Tol Jagorawi
apahabar.com

Nasional

Hipmi Apresiasi Presiden Jokowi atas Komitmennya Terhadap Dunia Usaha
apahabar.com

Nasional

PLN: 102 Gardu Listrik Padam Pasca Tsunami
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Insentif untuk Tenaga Medis yang Menangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kalimantan Masuk Kajian Ibu Kota Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com