Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju Tergantung Status, Banjarmasin Punya Rp 500 Juta Siap Dirikan Dapur Umum-Logistik

Bakeuda Banjarmasin Genjot Sektor PBB Penuhi Target

- Apahabar.com     Rabu, 20 Januari 2021 - 17:00 WITA

Bakeuda Banjarmasin Genjot Sektor PBB Penuhi Target

Penyerahan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) dan SPPT PBB P2 Tahun 2021 Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berupaya menggenjot sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai target.

Selama ini Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB Kota Banjarmasin kerap menjadi masalah.

Kendalanya banyak yang belum dikembalikan karena dampak pelimpahannya dari pemerintah pusat ke Pemkot Banjarmasin.

Namun, Bakeuda Banjarmasin telah melakukan pemetaan supaya masalah tersebut tidak terulang di tahun 2021.

“Tidak aktif SPPT PBB nya tidak akan dibagikan lagi,” ujar Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil.

Untuk itu, pihaknya menyerahkan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) dan SPPT PBB P2 Tahun 2021 Kota Banjarmasin. Penyerahan dilakukan ke lima kecamatan.

Selanjutnya, Subhan memaparkan bahwa telah selesai dicetak massal dan dibagikan secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan langsung didistribusikan ke RT untuk bisa diselesaikan,” ucapnya.

Bagi masyarakat kota berjuluk Seribu Sungai bisa secepatnya membayar SPPT PBB ke Bakeuda.

Sehingga dari sektor PBB ini bisa kita capai dan ditingkatkan targetnya di 2021 ini.

“Tahun ini bisa kita tetapkan SPPT PBB2 ditargetkan 20 miliar rupiah,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berharap dengan dibaginya SPPT PBB 2 ini bisa mencapai target yang telah ditentukan Bakeuda Kota Banjarmasin.

Ia ingin sebanyak 58.000 wajib pajak bisa memaksimalkan pembayaran. Dan 100.000 ribu yang tidak wajib pajak tetap harus dikomunikasikan agar tidak ada lost pajak.

“Mudah mudahan hasil pendapatan daerah kita bisa memback up untuk pembangunan kota kita,” tutupnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Petani di Banjar Gasak Emas Puluhan Gram
apahabar.com

Kalsel

Horee! PLN Perpanjang Keringanan Tagihan hingga Desember 2020
apahabar.com

Kalsel

Terkendala Pemasaran, Miniatur Perahu Dari Batola Tersendat
apahabar.com

Kalsel

Datangi Crisis Center Batola, Eks Pasien Covid-19 Adukan Nasib
apahabar.com

Kalsel

Selama 3 Hari Uji Kelaikan, 130 Angkutan Terjaring di Kintap
GeNose

Banjarbaru

Besok, Bandara Internasional Syamsudin Noor Resmi Layani Tes GeNose C-19
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Literasi, Pepusnas RI dan Dispersip Kalsel Adakan Diklat
apahabar.com

Kalsel

Tanam Ribuan Pohon, Bentuk Kepedulian Polres Banjar Akan Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com