Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Banjir di Kalsel, BNPB Dorong Normalisasi Sungai

- Apahabar.com Senin, 18 Januari 2021 - 09:30 WIB

Banjir di Kalsel, BNPB Dorong Normalisasi Sungai

Rapat Koordinasi Penanganan Teknis Banjir di wilayah Kalsel. Foto-Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Pendangkalan sungai disebut menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan. Gubernur Sahbirin Noor mengatakan, daya tahan sungai mulai berkurang dan menimbulkan air meluap.

“Kita berharap ada percepepatan pembangunan, normalisasi Sungai Martapura,” kata Sahbirin dalam Rapat Koordinasi Penanganan Teknis Banjir di Mahligai Pancasila, Minggu (18/1) malam.

Saat musim kemarau, sambungnya, endapan akan mudah terlihat saat terjadi kedangkalan sungai. Faktor pendukung lainnya adalah kebiasaan masyarakat yang masih sering membuang sampah di sungai.

“Sudah berabad-abad tidak pernah dikeruk. Kita sudah melaksanakan pengerukan di muara Banjar, ada batubara yang lewat. Sementara, sungai Martapura belum tersentuh,” bebernya

Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi memperparah kondisi banjir di Kalsel. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan pengetahuan tentang ekosistem harus betul-betul dipahami.

“Kenapa normalisasi, karena terjadi pendangkalan. Kenapa pendangkalan, tentua ada sedimen yang masuk ke dalam sungai, tidak mungkin tiba-tiba masuk tanpa ada sebab,” ujar Doni dalam uraiannya

Selain hal tadi, faktor lainnya juga diakibatkan adanya alih fungsi lahan. Sedimen datang dari kawasan yang lebih tinggi atau hulu, kemudian limbah-limbah yang dikeluarkan dari pemukiman penduduk. Sehingga, mengembalikan fungsi konservasi adalah salah satu upaya dalam jangka menengah dan jangka lebih panjang.

“Alihfungsi lahan, pada kawasan perbukitan atau hutan. Ketika suatu saat dibuka, maka curah hujan yang datang dari langit menghempas ke daratan lantas membuat lapisan permukaan tanah menjadi luntur. Ketika hujan semakin besar, lumpur ini dibawa ke sungai,” jelasnya

Dikatakannya, banjir besar pernah terjadi di Barabai pada 1926 silam. Diduga kondisi saat ini adalah siklus ratusan tahun. Namun diperparah dengan faktor-faktor yang telah disebutkannya tadi.
“Setiap tahun kita mengalami dua musim. Saat kemarau, terjadi kebakan hutan dan lahan, termasuk di Kalsel. Saat musim hujan dan La Nina, terjadi banjir yang cukup besar,” imbuh dia

Penanganan jangka panjang, BNPB berencana menyusun tim gabungan dari berbagai kementerian, lembaga dan pakar di bidang ekosistem untuk mencari akar masalah. Pihaknya akan mencari tahu lebih jauh penyebab banjir yang melanda, bukan hanya Kalsel namun juga provinsi lainnya.

“Pemerintah pusat, baik mabes TNI/Polri, angkatan darat dan BNPB serta badan SAR nasional menyediakan helikopter di Kalsel untuk memberikan bantuan transportasi kepada daerah-daerah yang tidak terjangkau,” paparnya

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gedung Baru RS Sultan Suriansyah Rampung Akhir Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Longsor Kotabaru, Anak Ikut Tewas saat Ibunya Tertimbun Tanah
apahabar.com

Kalsel

Tahura Sultan Adam Mandiangin Siap Dibuka, Simak Syaratnya!
apahabar.com

Kalsel

Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel 8 April: Kabar Gembira, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Walk Out Tolak UU Omnibus Law, Cafe di Banjarmasin Gratiskan Menu Untuk Kader Demokrat dan PKS
apahabar.com

Kalsel

Lewat Video Call, Kerinduan Warga Rutan Marabahan Terobati
apahabar.com

Kalsel

PSBB Disetop, Banjarmasin Masuk New Normal?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com