Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Bank Kalsel Optimis Capai Bisnis Pertumbuhan Laba 9,43 % Tahun Ini

- Apahabar.com Jumat, 8 Januari 2021 - 16:48 WIB

Bank Kalsel Optimis Capai Bisnis Pertumbuhan Laba 9,43 % Tahun Ini

Ilustrasi pelayanan bank Kalsel. foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ilustrasi pelayanan bank Kalsel. foto-Istimewa

Akan tetapi, Bank Kalsel bertekad mampu menyesuaikan diri dengan polakenormalan baru, serta harus peka dalam melihat peluang.

Dalam melakukan perencanaan ekspansi bisnis di era perekonomian yang terdampak wabah Covid-19, Bank kalsel mengambil strategi dan langkah-langkah konservatif.

Yakni berfokus pada upaya optimalisasi lini bisnis yang telah menjadi kekuatannya.

Strategi utama Bank Kalsel tahun 2021 masih relevan dengan tahun sebelumnya.

Yakni berfokus pada dua grand strategy, yakni IT Development dan People Development.

IT Development difokuskan pada digitalisasi terhadap pelayanan bank, meliputi Migrasi Core Banking, Membangun Big Data, Customer Digital Experience, Pengembangan Produk dan Layanan Digital serta Memperkuat Kapabilitas Digital.

Sedangkan People Development fokus pada mempersiapkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi tantangan industri perbankan kedepan, sekaligus menyongsong era perbankan digital.

Untuk implementasi tersebut di tahun 2021, dua Grand Strategy ini diturunkan kembali ke dalam tiga fokus strategi.

Pertama, optimalisasi pendapatan, sebagai upaya untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam tingkatan yang wajar.

Kedua, efisiensi biaya, agar dapat
meminimalkan semua pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas.

Ketiga, menjaga kualitas kredit, yakni berfokus pada kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan
penagihan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menyampaikan, pihaknya sepanjang 2021 akan mengimplementasikan tiga fokus strategi dimaksud dalam tiga model bisnis.

Dengan strategi dan model bisnis ini, Bank Kalsel optimis menatap tahun 2021.

Agus meyakini kinerja di 2021 dapat tumbuh dengan baik seperti halnya tahun lalu.

“Dalam implementasinya, fokus strategi ini akan kami wujudkan dalam tiga model bisnis sebagai Key Success Factor untuk tetap dapat terus bertumbuh di tengah krisis,” kata Agus.

Tiga model bisnis tersebut, antara lain Survival Mode, yakni bagaimana bank memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk terus dapat bertumbuh di tengah ketidakpastian perekonomian dan persaingan.

Kemudian, Adaptive Mode yakni bagaimana bank dapat mengatasi kelemahan dantantangan yang dihadapi untuk menciptakan bisnis yang mampu beradaptasi dalam memenuhi permintaan pasar dan menciptakan customer experience yang baik.

Dan terakhir, Offensive Mode yakni bagaimana bank dapat mendeteksi dan menanggapi setiap peluang yang ada dan memanfaatkannya untuk menjadi potensi keuntungan bank.

“Kami yakin dengan strategi dan model bisnis ini, Bank Kalsel mampu bertahan, dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada, sekaligus meningkatkan kinerja bisnis dan kerjasama dengan stakeholder,” jelas Agus.

Agus menegaskna pihaknya memiliki optimisme vaksinasi Covid-19 yang direncanakan pemerintah untuk mulai dilaksanakan pada kuartal I 2021 akan memberikan stimulus pada sektor layanan keuangan.

“Mengacu pada RBB 2021, target Bank Kalsel tahun ini dapat mencapai pertumbuhan Aset sebesar 8,41%; pertumbuhan Kredit sebesar 6,50%; pertumbuhan Laba sebesar 9,43%; dan pertumbuhan Modal Inti sebesar 12,87%,” beber dia.

Di sisi lain, komitmen Bank Kalsel untuk melaksanakan Program Transformasi BPD yang merupakan komitmen bersama OJK dan ASBANDA masih terjaga.

Saat ini telah memasuki tahap kedua, yaitu melakukan Growth Acceleration.

Pada tahap ini, fokus yang dilakukan adalah meningkatkan skala dan kinerja bisnis, pertumbuhan market share dan pemantapan corporate culture serta culture leadership.

Terkait arah dari kebijakan pengembangan Unit Usaha Syariah, Agus juga menyampaikan bahwa tahun ini Bank Kalsel masih tetap fokus terhadap upaya Spin Off Unit Usaha Syariah.

Apapun model spin off yang nantinya menjadi pilihan Bank Kalsel, baik organik maupun non
organik, pengembangan kinerja harus dilakukan secara atraktif mengingat sesuai ketentuan OJK Unit Usaha Syariah harus spin off pada tahun 2024.

“Saat ini, Bank Kalsel Syariah masih tetap berupaya untuk repositioning market menjadi bank of choice masyarakat Kalimantan Selatan,”
tandas Agus.

Atas hal ini, Bank Kalsel selalu melakukan upaya-upaya strategis, baik dalam bentuk koordinasi terhadap pemegang saham, melakukan riset pasar, membuat kajian-kajian akademis, dan lain sebagainya, sehingga spin off unit usaha syariah dapat terlaksana dengan baik.(*)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Bank Kalsel

Siapkan Strategi Khusus, Bank Kalsel Siap Bersaing Secara Nasional
apahabar.com

Bank Kalsel

Kinerja Terus Membaik, Bank Kalsel Targetkan Jadi Bank Devisa

Bank Kalsel

Targetkan Rp 3 Triliun, Bank Kalsel Ajukan Penyertaan Modal ke Pemprov Kalsel
apahabar.com

Bank Kalsel

Bersama Baznas, Bank Kalsel Beri Relaksasi Kredit untuk UMKM Terdampak Covid-19
apahabar.com

Bank Kalsel

Rp 100 Juta dari Bank Kalsel untuk Anak Yatim
apahabar.com

Bank Kalsel

Bank Kalsel Dukung Merger BPR HST dan Balangan
Bank

Bank Kalsel

Dukung Produktivitas Cabe Hiyung, Bank Kalsel-Pemkab Tapin Bersinergi
apahabar.com

Bank Kalsel

Puncak Hari Jadi HSS, UPZ Bank Kalsel Salurkan Sarung kepada 207 Anak Yatim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com