Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Bebas 8 Januari, Abu Bakar Baasyir Tetap Dikawal Densus 88 Polri

- Apahabar.com Senin, 4 Januari 2021 - 22:32 WIB

Bebas 8 Januari, Abu Bakar Baasyir Tetap Dikawal Densus 88 Polri

Setelah 15 tahun di penjara, Abu Bakar Baasyir segera menghirup udara kebebasan mulai 8 Januari 2021. Foto: CNN

apahabar.com, JAKARTA – Narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, dipastikan bebas murni dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, Jumat (8/1).

Pria berusia 82 tahun tersebut telah menjalani vonis penjara 15 tahun, dikurangi remisi sebanyak 55 bulan.

“Beliau sudah menjalani pidana dengan baik, mengikuti semua ketentuan dan prosedur. Mulai 8 Januari 2021, beliau dibebaskan,” jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi, seperti dilansir Antara, Senin (4/1).

“Sekarang kondisi beliau sehat dan segar. Kami berharap tetap demikian, sampai beliau kembali kepada keluarga,” sambungnya.

Dalam pembebasan Baasyir, Lapas Gunung Sindur berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama Densus 88 Polri. Pengawalan ketat tetap dilakukan, mengingat Baasyir sudah ditunggu keluarga dan simpatisan.

“Sekalipun tidak diminta, kami pasti mengamankan kegiatan tersebut,” tegas Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

“Pun kami tetap memantau pergerakan Baasyir, seusai dibebaskan. Namun perlakuan tersebut tak hanya kepada Baasyir,” sambungnya.

Baasyir divonis penjara sejak 16 Juni 2011 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setelah terbukti terlibat dalam tindak pidana terorisme.

Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia ini terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh.

Sementara keluarga Baasyir juga sudah melakukan persiapan penyambutan di Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Namun demikian, mereka memastikan membatasi orang-orang yang hadir. Pun penjemputan hanya beberapa orang dengan didampingi kuasa hukum.

“Kita juga tidak mau menimbulkan kerumunan masyarakat yang malah memudaratkan orang banyak,” ungkap Abdul Rahim Baasyir, putra Abu Bakar Baasyir.

Selain Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), keluarga juga mempertimbangkan kondisi kesehatan Baasyir yang menurun.

“Bahaya juga kalau beliau bertemu banyak orang, bersalaman dan sebagainya. Andaipun nanti banyak yang bersilaturahmi ke rumah, tentu kami batasi,” tandas Abdul Rahim.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Video Detik-detik Petugas dan Warga Sembunyi Saat Kontak Tembak Aparat dan KKB di Bandara Intan Jaya, Papua
apahabar.com

Nasional

Laporan Kematian Akibat Virus Corona di Hubei Kembali Bertambah
apahabar.com

Nasional

Pemalsu Dokumen Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

Setiap Hari, Sekitar 100-200 Anak Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pengabar Bencana Indonesia Wafat, Inilah Sosok Sutopo
apahabar.com

Nasional

Ingat, Mau Nikah Harus Kantongi Sertifikasi Siap Kawin
cuaca

Nasional

Hari Ini, BMKG Prediksi Cuaca Berawan hingga Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
Jokowi

Nasional

Sah! Presiden Jokowi Teken Percepatan Pembangunan di 3 Perbatasan Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com