Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Bejat, Paman Gauli Keponakan Sejak SD Hingga Kini Hamil

- Apahabar.com Rabu, 6 Januari 2021 - 22:42 WIB

Bejat, Paman Gauli Keponakan Sejak SD Hingga Kini Hamil

Ilustrasi pemerkosaan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANYUWANGI – Polisi menangkap seorang paman yang tega menggauli keponakannya sendiri. Aksi bejat itu dilakukan sang paman sejak korban SD, dan di usia 16 tahun ponakan malang itu kini hamil 6 bulan.

Tersangka diketahui bernama Subagio (38), warga Rogojampi. Tersangka ditangkap setelah kabur sejak Desember 2020.

“Pelaku kita tangkap setelah kabur ke Pasuruan. Pelaku mengakui semua perbuatannya, saat ini kita sudah kita proses hukum,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, kutip detikcom, Rabu (6/1).

Peristiwa ini terungkap saat adanya laporan salah satu kerabat korban ke polisi, Senin (4/1) lalu. Dalam laporan tersebut, korban yang dititipkan ke pamannya itu hamil.

Korban mengaku kehamilan itu akibat perbuatan pelaku yang menyetubuhi korban dengan ancaman. Ironisnya, pelaku melakukan hal itu sejak korban masih SD.

“Korban ini dititipkan oleh orang tuanya yang menikah lagi. Sementara sang ibu meninggal dunia,” tambahnya.

Tersangka Subagio, kata Arman, melakukan perbuatan bejatnya dengan mengancam korban saat kondisi rumahnya sedang sepi. Karena perbuatan pertamanya berjalan lancar dan aman, pelaku terus mengulanginya hingga bertahun-tahun. Sampai akhirnya korban berbadan dua.

Saat menyadari dirinya sudah hamil, korban menyampaikan hal itu kepada pelaku. Mendengar hal itu, korban kaget. Diapun ketakutan dan memilih untuk kabur meninggalkan rumahnya pada 22 Desember 2020 lalu. Belakangan diketahui dia kabur ke kota Pasuruan.

Kepergian pelaku ini dimanfaatkan korban untuk kabur. Karena sejak diketahui hamil, korban tidak diperbolehkan keluar rumah oleh pelaku. Korban segera ke rumah pamannya yang lain yakni SIG. Diapun menceritakan apa yang telah dilakukan pamannya kepada dirinya selama ini.

“Setelah mendapatkan laporan kami langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku,” tegasnya.

Kepolisian langsung mengerahkan anggotanya untuk memburu pelaku. Tak butuh waktu lama, petugas Kepolisian berhasil menangkap pelaku.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa sepotong celana pendek jeans warna biru, sepotong kaos lengan pendek warna putih, sepotong celana dalam warna putih, dan sepotong sprei warna merah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

PHM Operasikan Rig Ke-4 Pengeboran Lepas Pantai
apahabar.com

Nasional

Bukan Aceh, Daerah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia
apahabar.com

Nasional

BBM Satu Harga: Pertamina Operasikan 27 SPBU di Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Ratusan Warga Dirawat Usai Santap Makanan
apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut
apahabar.com

Nasional

Selama 2019 Kaltim Ekspor Sarang Burung Walet 129 Ton
apahabar.com

Nasional

Pasien Covid-19 Ikut Salat Tarawih, 94 Jemaah Dites Cepat

Nasional

Heli Tempur TNI Hilang Kontak di Papua Belum Ditemukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com