Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah! Hari Terakhir Penutupan KSPN Loksado, Sejumlah Pelancong Disuruh Putar Balik Puluhan Ribu Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh Update Banjir Satui & Pantauan Jalan Penghubung Batulicin-Banjarmasin 

Biden Berkuasa, Warga dari Negara Ini Dilarang Masuk AS

- Apahabar.com Senin, 25 Januari 2021 - 10:55 WIB

Biden Berkuasa, Warga dari Negara Ini Dilarang Masuk AS

Presiden terpilih Joe Biden. (AP/Evan Vucci)

apahabar.com, JAKARTA – Mulai 30 Januari, Presiden ke-46 Amerika Serikat Joe Biden akan melarang warga non-AS dari Afrika Selatan untuk masuk ke negeri itu.

Ini dilakukan sebagai upaya menahan penyebaran mutasi baru virus corona (Covid-19) yang ditemukan di Afsel dan lebih mudah menular.

Pada Senin (25/1/2021), Biden juga mulai memberlakukan kembali larangan masuk pada hampir semua pelancong non-AS yang pernah berada di Brasil, Inggris Raya, Irlandia, dan 26 negara di Eropa yang mengizinkan perjalanan melintasi perbatasan terbuka.

“Kami menambahkan Afsel ke daftar terbatas karena varian yang mengkhawatirkan yang telah menyebar ke luar,” kata Dr. Anne Schuchat, wakil direktur utama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dilansir dari CNBC Indonesia.

Schuchat menambahkan CDC juga menerapkan serangkaian tindakan ini untuk melindungi orang Amerika dan juga untuk mengurangi risiko penyebaran varian ini dan memperburuk pandemi saat ini.

Tidak sama seperti Presiden ke-45 Donald Trump, Biden yang baru menjabat beberapa hari, mengambil pendekatan agresif untuk memerangi penyebaran virus SARS-CoV-2 setelah pendahulunya menolak mandat yang diminta oleh badan kesehatan AS.

Varian Afsel, juga dikenal sebagai varian 501Y.V2, 50% lebih menular dan telah terdeteksi di setidaknya 20 negara. Pejabat CDC mengatakan mereka akan terbuka untuk menambahkan negara lain ke daftar jika diperlukan.

Hingga kini, varian Afsel belum ditemukan di AS. Tetapi setidaknya 20 negara bagian AS telah mendeteksi varian Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7. Vaksin saat ini tampaknya efektif melawan mutasi Inggris.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Yerusalem

Internasional

Salat Malam Lailatulkadar di Yerusalem, Polisi Israel dan Pengunjuk Rasa Palestina Bentrok
Menhan

Internasional

Menhan Pilihan Biden Janji Perangi Ekstremis
Bayi di Singapura

Internasional

Bayi di Singapura Dikabarkan Terlahir dengan Antibodi Covid-19
apahabar.com

Internasional

1.300 Tahun Terpendam, Fungsi Azimat Kuno Mesir Terkuak
apahabar.com

Internasional

NASA Temukan Air di Permukaan Bulan
apahabar.com

Internasional

Bendera Byzantium Dikibarkan di Masjid, Turki Berang
Inggris

Internasional

Inggris Menanti Peran Indonesia di Indo Pasifik
apahabar.com

Internasional

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com