Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto Duh, Wali Kota Balikpapan Terpilih Dipolisikan Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Busyet, Harga Cabai dan Ayam di Banjarmasin Melonjak Akibat Banjir Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 22 Januari 2021 - 10:45 WIB

Busyet, Harga Cabai dan Ayam di Banjarmasin Melonjak Akibat Banjir Kalsel

Pedagang ayam di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Foto-istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah musibah banjir Kalsel dan air pasang, harga cabai dan ayam di Banjarmasin mengalami kenaikan.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, kenaikan itu terjadi di tingkat Pasar Tradisional.

Sedangkan di tingkat distributor dipastikan tidak ada kenaikan.

Kabid PSDP di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mencontohkan, cabai merah yang biasanya hanya Rp 35 ribu per kilogram, kini melonjak naik menjadi Rp 50 ribu.

Sedangkan cabai merah keriting, dari Rp 45 ribu menjadi Rp 75 ribu perkilogram.

“Untuk cabai rawit merah lokal mengalami kelangkaan di pasaran. Kalau pun ada, harganya mencapai Rp 140 ribu per kilogramnya. Penurunan harga justru pada cabai rawit hijau. Dari Rp 90 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Di sisi lain, kenaikan juga tidak hanya terjadi pada jenis cabai. Tapi, juga terjadi pada harga daging ayam.

Sebagai contoh, untuk daging ayam ras dari sebelumnya Rp 33 ribu, saat ini menjadi Rp 34 ribu perkilogram.

Sedangkan untuk harga daging sapi, dipastikan harganya tetap stabil Rp 125 perkiligram dan stoknya pun masih cukup.

Pun demikian dengan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung, gula, mie instan dan lainnya masih cukup aman alias tidak ada kenaikan.

Bahkan, bisa dipastikan aman hingga sebulan ke depan.

“Untuk sayuran seperti kol, wortel dan kentang juga dipastikan masih stabil. Sebab, pendistribusian melalui pelabuhan Trisakti alias jalur laut sehingga tidak berdampak pada harga,” tambahnya.

Adanya kenaikan harga bahan pokok, diakui oleh salah seorang pedagang di kawasan Pasar Antasari, Hj Erna. Sebagai contoh, untuk harga daging ayam ras tadi.

“Karena dari tempat pengambilannya sendiri dibatasi. Contoh, kita memesan ayam 50 ekor. Tapi, yang didapat hanya 15 ekor. Ya karena banjir, jadi mobil yang mengangkut pun cuma bisa satu unit,” pungkasnya.

Menjangkau Korban Banjir Batola, Santri Senangnya Bukan Main Dapat Sarden

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Selain Covid-19, Dinkes Juga Cegah TB di Rutan Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diperkirakan Hujan Berpetir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel ke Kaltim, Susun Rencana Pembangunan Gerbang Perbatasan
apahabar.com

Kalsel

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Kodim Tanah Bumbu Dirikan Dapur Umum
apahabar.com

Kalsel

Ubah Penampilan Pasar Beras, Pemko Anggarkan Rp13 Milyar Pembebasan Lahan
apahabar.com

Kalsel

Masuk Sungai Barito, Ikan Predator Langsung ‘Digarih’
apahabar.com

Kalsel

Jelang Jatuh Tempo, PBB Dari Alalak Baru 17 Persen
apahabar.com

Borneo

1000 Bibit Patin BPPT Kini ‘Nyantri’ di Ponpes Darul Hijrah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com