Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis!

INFOGRAFIS: Cara Kerja Vaksin Sinovac Lawan Virus Corona

- Apahabar.com Kamis, 14 Januari 2021 - 14:41 WIB

INFOGRAFIS: Cara Kerja Vaksin Sinovac Lawan Virus Corona

apahabar.com, JAKARTA – Vaksin Sinovac adalah vaksin virus corona yang dikembangkan oleh perusahaan swasta China, Sinovac. Berikut cara kerja vaksin Sinovac dalam melawan virus corona.

1. Terbuat dari virus corona

Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss. Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.

CoronaVac bekerja dengan membuat antibodi untuk melawan virus corona SARS-CoV-2. Antibodi menempel pada protein virus.

2. Menonaktifkan virus corona

Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet. Kemudian mereka menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton.

Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi protein mereka tetap utuh.

Para peneliti kemudian menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

3. Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus corona di vaksin Sinovac sudah mati, mereka bisa disuntikkan ke tubuh manusia tanpa menyebabkan Covid-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen.

Sel yang membawa antigen merobek virus corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Lalu, sel T dalam tubuh mendeteksi fragmen tersebut.

Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

4. Membuat antibodi

Jenis sel kekebalan lain, yakni sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona.

Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona.

5. Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada virus corona dan mencegah virus memasuki sel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

6. Mengingat virus

Setelah divaksinasi, sistem kekebalan tubuh memiliki sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.

Editor: Zulfikar - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Infografis

Deretan Proyek Strategis Kalsel Siap Diluncurkan di 2020 – INFOGRAFIS
aplikasi android

Infografis

Aplikasi Android Gratis Terbaik Untuk Edit Foto – INFOGRAFIS
korban pencabulan

Infografis

Korban Pencabulan di Limpasu Bertambah Lagi! – INFOGRAFIS

Infografis

INFOGRAFIS: Tips Penanganan dari Gigitan Kobra

Infografis

INFOGRAFIS: Beda Sikap PAN Kalsel soal Pilpres
Fakta Terbaru Insiden Sriwijaya

Infografis

Fakta Terbaru Insiden Sriwijaya Air SJ-182
apahabar.com

Infografis

INFOGRAFIS: Kasus Penyiraman Kadivpas Kemenkumham Kalsel Tak Kunjung Tuntas
harta warisan

Infografis

Harta Warisan Berujung Maut – INFOGRAFIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com