Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Cuaca Buruk, Garuda dan Lion Air Tujuan Pontianalk Gagal Mendarat

- Apahabar.com Kamis, 14 Januari 2021 - 11:36 WIB

Cuaca Buruk, Garuda dan Lion Air Tujuan Pontianalk Gagal Mendarat

Cuaca buruk memaksa pesawat Garuda Indonesia GA 504 dan Lion Air JT 684 mendarat di bandara lain karena gagal mendarat di Pontianak, Rabu (13/1) sore. Foto-Ilustrasi/AFP PHOTO

apahabar.com, JAKARTA – Dua pesawat komersial milik maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air rute Jakarta-Pontianak batal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu (13/1) sore.

Kabar tersebut dikonfirmasi General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak Eri Brawliantoro.

“Memang benar hari ini [red: kemarin] ada dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk,” kata Eri Brawliantoro, kutip CNN Indonesia di Sungai Raya.

Dia menjelaskan kedua pesawat tersebut dengan kode penerbangan GA 504 miliki maskapai Garuda Indonesia, dan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air terpaksa dialihkan mendarat di bandara lain.

“Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (Return to Base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu, itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Dampak cuaca buruk itu, untuk pesawat Lion Air dialihkan ke Bantam, sedangkan pesawat Garuda dialihkan ke Palembang, katanya.

Selain dua pesawat itu, satu pesawat lainya milik Sriwijaya Air juga hampir mengalami hal serupa namun berhasil landing di Bandara Supadio Pontianak.

“Saat cuaca kurang baik tadi pesawat, Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu pesawat Batik Air sempat Holding. Kalau sudah begitu ada keputusan apakah akan landing atau divert,” jelasnya.

Ia menyebutkan faktor cuaca ada beberapa, salah satunya karena angin atau visibility atau jarak pandang yang memang di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

“Makanya setiap pengoperasian penerbangan pesawat perlu mengetahui cuaca yang mengacu pada BMKG. Data ini akan diteruskan kepada ATC maupun pilot salah satunya saat akan landing untuk mengambil keputusan apakah landing atau divert,” katanya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Panduan Cegah Covid-19 di Tempat Kerja dalam Era New Normal
apahabar.com

Nasional

Mulai Hari Ini, Insentif Gaji di Bawah Rp 5 Juta Cair
apahabar.com

Nasional

Jelang Piala Dunia U-20, Kementerian PUPR Renovasi Dua Stadion
apahabar.com

Nasional

Gegara Korsleting, 90 Rumah Ludes Terbakar
apahabar.com

Nasional

Deklarasi JMSI di Aceh, Rizal Ramli: Bangun Optimisme di Tengah Kelesuan Efek Corona
apahabar.com

Nasional

Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Boalemo
apahabar.com

Nasional

Hasto: Megawati Telah Serahkan Nama-nama Calon Menteri
apahabar.com

Nasional

Hatam 2019, Jatam Tuntut Kewenangan Izin Tambang Gubernur Kaltim Dihapus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com