Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Cukup Pakai NIK, Cek Apakah Anda Penerima Vaksin Covid-19 Gratis Tahap Pertama

- Apahabar.com Jumat, 1 Januari 2021 - 14:58 WIB

Cukup Pakai NIK, Cek Apakah Anda Penerima Vaksin Covid-19 Gratis Tahap Pertama

Selain melalui SMS blast, kelompok masyarakat rentan dapat mengecek kemungkinan menjadi peserta penerima vaksin Covid-19 tahap pertama. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sembari menunggu izin darurat vaksinasi Covid-19, ada baiknya jika mengecek kemungkinan menjadi penerima vaksin gratis tahap pertama.

Sudah datang 3 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac ke Indonesia. Pemerintah tinggal menunggu izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebelum bisa melaksanakan vaksinasi tahap pertama.

Selanjutnya pemberian vaksin dilakukan dalam dua tahap. Dijadwalkan tahap pertama diberikan antara Januari hingga April 2021. Dilanjutkan tahap kedua April 2021 hingga Maret 2022.

Khusus tahap pertama, prioritas vaksinasi adalah 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas publik dan 21,5 juta lansia.

Sebelum vaksinasi dilaksanakan, masyarakat kelompok rentan sudah bisa mengecek kemungkinan menjadi peserta penerima vaksin tahap pertama.

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs pedulilindungi.id yang dikelola Kementerian Kementerian dan Informatika (Kominfo).

Cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP. Caranya NIK dituliskan ke kolom pencarian, lalu klik pilihan ‘periksa’ bersama kode khusus. Kemudian pilih ‘selanjutnya’ untuk mengetahui hasil.

Kalau bukan termasuk penerima vaksin Covid-19 gratis tahap pertama, langsung keluar permohonan maaf.

Selain pengecekan melalui pedulilindungi.id, calon penerima vaksinasi juga mendapatkan SMS blast berupa pemberitahuan.

Seandainya terdapat tenaga kesehatan yang belum termasuk periode pertama, mereka diharuskan melengkapi data berupa nama, NIK, alamat, nomor telepon.

Juga tipe tenaga kesehatan dan surat keterangan dari kepala Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Data tersebut dapat dikirimkan melalui surat elektronik dengan alamat vaksin@pedulilindungi.id.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Transaksi Proyek PU, Bupati Pakpak Bharat Kena OTT
apahabar.com

Nasional

Siti Nurbaya: Visi Kerja Jokowi Struktural
apahabar.com

Nasional

PN Jaksel Agendakan Sidang Lanjutan Praperadilan Anita Kolopaking Pagi Ini
apahabar.com

Nasional

Ribuan Anak Singkawang Sudah Miliki KIA, Intip Fungsinya
apahabar.com

Nasional

Terguncang Covid-19, Dokter Terkemuka di New York Bunuh Diri
apahabar.com

Nasional

Isu Pesawat Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin Hoaks!
apahabar.com

Nasional

Seekor Harimau Sumatra Mati Dijerat Pemburu
apahabar.com

Nasional

Terinspirasi Haul Guru Sekumpul, H Husin Ciptakan Lagu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com