Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kecamatan di Batola Dikelilingi Banjir

- Apahabar.com Kamis, 14 Januari 2021 - 20:51 WIB

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kecamatan di Batola Dikelilingi Banjir

Relawan menggunakan perahu untuk mengevakuasi seorang ibu dan balita di Desa Tanipah Kecamatan Mandastana, Kamis (14/1). Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Peningkatan curah hujan dalam tiga hari terakhir, membuat Barito Kuala meningkatkan status dari siaga menjadi tanggal darurat banjir, Kamis (14/1).

Setidaknya tiga kecamatan mengalami banjir parah, yakni Jejangkit dan Mandastana, serta sebagian Alalak.

Diperkirakan 2.000 warga terdampat banjir kiriman tersebut. Sementara kedalaman air yang terpantau mencapai 50 hingga 70 sentimeter.

“Ini banjir terparah dalam enam tahun terakhir. Kedalaman air terus meningkat, terutama sejak hujan kemarin, Rabu (13/1),” papar Imbran, Kepala Desa Cahaya Baru.

Cahaya Baru merupakan salah satu desa di Kecamatan Jejangkit yang mengalami banjir parah, selain Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, Jejangkit Timur, Sampurna dan Bahandang.

Sedangkan di Mandastana, banjir mengelilingi Desa Tanipah, Antasan Segera, Pantai Hambawang, Tatah Alayung, Lokrawa, Puntik Tengah dan Puntik Luar.

Hampir sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Agar dapat beristirahat, tempat tidur ditinggikan menggunakan balok kayu. Demikian pula tumpukan gabah kering giling.

Khusus warga Tanipah dan sekitarnya, gabah kering giling diangkut ke los Pasar Tanipah yang dipastikan tidak beroperasi sementara.

“Menyikapi situasi yang terjadi, Batola telah menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat,” tegas Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor.

Status tanggap darurat berlaku sejak 14 hingga 29 Januari 2021. Selanjutnya masih bisa diperpanjang, sesuai situasi di lapangan.

“Kami memaksimalkan sumber daya yang tersedia, baik tenaga, fasilitas dan keuangan untuk menangani dampak banjir,” beber Rahmadian Noor.

Upaya konkrit yang dilakukan Batola adalah mendirikan posko induk di Kompleks Mahatama Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana.

“Juga didirikan dapur umum guna memasok makanan dan bahan pokok warga yang tidak dapat beraktivitas akibat banjir,” beber Rahmadian Noor.

“Semua kegiatan juga disokong Polres Batola dan Kodim 1005 Marabahan, termasuk PMI, Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan relawan,” sambungnya.

Seandainya diperlukan evakuasi warga, sejumlah lokasi sudah ditentukan. Di antaranya gedung perkantoran, sekolah dan olahraga.

“Untuk melakukan evakuasi, sudah tersedia beberapa perahu karet yang ditempatkan di kawasan paling rawan,” tandas Sumarno, Kepala Pelaksana BPBD Batola.

Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, memantau kesiapan dapur umum yang disiagakan untuk warga terdampak banjir. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun
banjir

Batola

Percepat Penurunan Banjir, Sungai Handil Bakti Batola Segera Dibersihkan
apahabar.com

Batola

Tinggalkan Batola, AKBP Bagus Dibopong Ramai-Ramai
apahabar.com

Batola

Terimbas Pandemi Covid-19, Target Pajak di Barito Kuala Merosot
apahabar.com

Batola

Senangnya Fadillah Menerima Kursi Roda dari Bupati Batola
apahabar.com

Batola

Pemkab Batola Tepati Janji, Terminal Handil Bakti Mulai Dibongkar
apahabar.com

Batola

Terkait Penurunan Harga Jeruk di Batola, Begini Penjelasan Dinas Pertanian
Sekolah

Batola

Belajar Tatap Muka Mulai 4 Januari, Berikut Prokes Sekolah di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com