Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Curah Hujan Tinggi Hingga DAS Meluap Picu Banjir di Tabalong

Curah hujan yang tinggi, hingga meluap Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi pemicu utama banjir di Kabupaten Tabalong.
- Apahabar.com     Kamis, 14 Januari 2021 - 13:19 WITA

Curah Hujan Tinggi Hingga DAS Meluap Picu Banjir di Tabalong

Ilustrasi banjir. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Curah hujan yang tinggi, hingga meluap Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi pemicu utama banjir di Kabupaten Tabalong.

Hal ini karena meluapnya sungai berawal dari Sungai Tabalong kiri, yaitu Kecamatan Jaro, Muara Uya dan Sungai Tabalong Kanan di Kecamatan Bintang Ara dan Haruai.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, Muhammad Joko. Foto-apahabar.com/Muhammad Al-Amin

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, Muhammad Joko mengatakan, banjir yang terjadi ini penyebabnya karena curah hujan tinggi di Pegunungan Jaro, Muara Uya dan Bintang Ara, kemudian airnya masuk ke Sungai Tabalong.

Karena debit air yang tinggi akhirnya meluap ke pemukiman warga yang berada di sepanjang aliran sungai dan mengakibatkan banjir.

“Banjir sendiri bermula dari Jaro, Muara Uya ataupun dari Bintang Ara,” jelas Joko, Kamis (14/1).

Ujarnya lagi, setelah 3 kecamatan itu terjadi pertemuan air sungai Tabalong kiri dan kanan di Mahe Kecamatan Haruai.

“Hasil pertemuan air sungai Tabalong kiri dan kanan inilah yang selanjutnya menimbulkan banjir di Kecamatan Haruai kemudian ke hilir Tabalong, meliputi Kecamatan Tanjung, Murung Pudak, Muara Harus, Kelua, Pugaan dan Banua Lawas, ” jelasnya.

“Untuk banjir di wilayah Kecamatan Upau dan Tanta kebanyakan karena meluapnya sungai Jaing, seperti di Komplek Maluyung, Desa Tanta, Mangkusip dan Padangin, ” sambung Joko.

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi mengatasi banjir dilakukan dengan dua cara, struktural dan non struktural.

“Untuk struktural diantaranya melakukan pembersihan sungai bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Hal ini untuk melancarkan arus sungai.

” Kami juga melakukan imbauan kepada warga agar jangan membuang sampah ke sungai, sehingga arus air selalu lancar,” kata Joko.

Pihaknya juga melakukan analisa titik-titik banjir serta melakukan pemasangan rambu-rambu rawan bencana, dengan tujuan masyarakat bisa mengetahui dimana saja sering terjadi banjir dan lainnya, termasuk memasang alat Elektronik Warning Sistem untuk mengetahui ketinggian debit air sungai Tabalong.

“Untuk non struktural, lebih kepada pembentukan kampung siaga bencana. Sehingga masyarakat bisa memahami bencana dan tindakan penyelamatan bila terjadi bencana, ” pungkas Joko.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Puskesmas Kabupaten Banjar Kejar Akreditasi
apahabar.com

Kalsel

Nekat, 2 Pemuda Tabalong Bawa 1 Kg Sabu dalam Kemasan Teh
apahabar.com

Kalsel

Pilkada Kalsel 2020, Tim Surveilans Jaring Ratusan Kasus Covid-19
Banjarmasin

Kalsel

Terkuak! Korban Pembunuhan di Hotel Banjarmasin Ternyata Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Kalsel

FSPMI Siap Terjunkan Puluhan Buruh Metal Protes Dua Perusahaan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

KNPI Banjarmasin Peduli, Salurkan 5.000 Paket Sembako

Kalsel

Kejurprov Dimulai Besok, Cabor ESI Kotabaru Siap Unjuk Gigi
apahabar.com

Kalsel

Siang dan Malam Ini, BMKG Prakirakan Kandangan Diguyur Hujan Disertai Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com