Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Di Tengah Koreksi Bursa Saham Kawasan Asia, IHSG Berpeluang Menguat

- Apahabar.com Selasa, 5 Januari 2021 - 10:55 WIB

Di Tengah Koreksi Bursa Saham Kawasan Asia, IHSG Berpeluang Menguat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka perdagangan saham perdana pada 2021 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/1/2021). Foto-Antara/Citro Atmoko

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/1), berpeluang menguat.

Penguatan IHSG di tengah koreksi bursa saham kawasan Asia.

IHSG dibuka menguat tipis 0,9 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.105,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,19 poin atau 0,02 persen ke posisi 958,84.

“IHSG diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan hari ini di tengah beragamnya sentimen-sentimen dari pasar,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah dalam laporan yang dilansir Antara, Selasa.

Dari eksternal, indeks Wall Street pada perdagangan Senin (4/12) kemarin ditutup melemah. Sedangkan indeks bursa regional Asia hari ini diperkirakan bergerak beragam.

Kalangan analis berpendapat, China tidak akan mengambil langkah signifikan untuk membalas tindakan Bursa New York (NYSE) yang men-delisting tiga perusahaan telekomunikasi China.

Sebelumnya, China mengancam akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan perusahaannya setelah Bursa Efek New York menghapus tiga perusahaan telekomunikasi China yang menurut AS memiliki hubungan militer.

Sementara itu, varian virus corona Covid-19 yang teridentifikasi di Afrika Selatan, dinilai lebih problematik dibandingkan varian yang ditemukan di Inggris. Kedua varian baru tersebut terus menyebar dengan cepat.

Dari Jepang, Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga mempertimbangkan keadaan darurat Covid-19 di sebagian besar wilayah Tokyo, menyusul gelombang ketiga kasus infeksi virus corona yang sangat parah.

Dari domestik, pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 yang dijadwalkan dimulai pada pertengahan Januari 2021 atau pekan depan.

Sedangkan inflasi pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen, sehingga sepanjang tahun lalu inflasi hanya mencapai 1,68 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 60,74 poin atau 0,22 persen ke 27.197,64, indeks Hang Seng turun 242,97 poin atau 0,88 persen ke 27.229,84, dan indeks Straits Times terkoreksi 15,68 atau 0,55 persen ke 2.843,22.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jadi Pendemi Global, Rupiah Terpapar Kebijakan WHO
apahabar.com

Ekbis

Dewan Berkonsutasi Soal Kopi dan Coklat ke Kementerian Pertanian
apahabar.com

Ekbis

Sektor Potensial di Mata Pengusaha Seiring Rampungnya Bandara Syamsuddin Noor
apahabar.com

Ekbis

Empat Jawara Dunia Games Campus League Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Harga Galaxy S10 1TB Tembus Rp25 Juta
apahabar.com

Ekbis

AS-China Tak Akur Lagi, Rupiah Rawan Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Rusia Siap Bangun PLTN Pertama RI di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Jaga Ketersediaan Pangan, Pemerintah Siapkan Lahan Lumbung Padi Baru di Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com