Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Dibayangi Pengetatan PSBB Jawa-Bali, Rupiah Melemah

- Apahabar.com Kamis, 7 Januari 2021 - 12:20 WIB

Dibayangi Pengetatan PSBB Jawa-Bali, Rupiah Melemah

Rencana PSBB di Jawa dan Bali diperkirakan bisa memberi tekanan kepada rupiah. Foto: Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (7/1), berpotensi melemah.

Penyebabnya adalah kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali.

Tercatat hingga pukul 09.36 WIB, rupiah melemah 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp13.920 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp13.895 per dolar AS.

“Dari sisi eksternal, Partai Demokrat yang hampir dipastikan menguasai Senat AS bakal memberi tekanan kepada dolar,” papar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, seperti dilansir Antara.

Diperkirakan Senat yang dikendalikan Partai Demokrat, berimbas positif untuk pertumbuhan ekonomi global. Di sisi lain, berimbas negatif untuk obligasi dan dolar, karena anggaran AS dan defisit perdagangan semakin membengkak.

Kendati demikian, kebijakan pengetatan pembatasan pergerakan di Jawa dan Bali sejak 11 hingga 25 Januari 2020, diperkirakan dapat menekan nilai tukar.

“Rencana PSBB di Jawa Bali bisa memberi tekanan kepada rupiah, karena kebijakan ini berpotensi melambatkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” beber Ariston.

Adapun pembatasan yang diperketat antara lain pembatasan Work From Office (WFO) hanya menjadi 25 persen. Kemudian Work From Home (WFH) menjadi 75 persen.

Sementara kegiatan belajar mengajar masih daring. Sedangkan sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih beroperasi 100 persen, tapi dengan protokol kesehatan.

Selanjutnya pembatasan jam buka pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB. Untuk restoran 25 persen, serta pemesanan makanan harus take away delivery.

Untuk konstruksi masih tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat, kemudian rumah ibadah dibatasi 50 persen. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kisah Ryan, Pemuda Banjarmasin Jatuh Bangun Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Jumlah Penerbangan Saat Pemilu Turun
apahabar.com

Ekbis

Update Harga Bawang di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Dolar Melemah, Pagi Ini di Kisaran Rp 14.550
apahabar.com

Ekbis

Perdagangan Sesi Awal, IHSG Bergerak Dua Arah
apahabar.com

Ekbis

Berkah Ramadan, PT Bagus Umratama Banjir Orderan
Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan

Ekbis

Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Koreksi Mata Uang Asia, Rupiah Awal Pekan Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com