Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Dilema Pembuat Tempe Tahu Kapuas, Putar Otak Kala Harga Kedelai Naik

- Apahabar.com Senin, 4 Januari 2021 - 19:42 WIB

Dilema Pembuat Tempe Tahu Kapuas, Putar Otak Kala Harga Kedelai Naik

Asep Usman, salah satu pengerajin tempe di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng. Foto-apahabar.com/Irfan

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Naiknya harga kedelai saat ini juga dikeluhkan pembuat tempe dan tahu di Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Mahalnya harga kedelai membuat pengrajin tempe dan tahu di Kapuas harus berpikir keras.

Sebab, di tengah kondisi sekarang, untuk ikut menaikkan harga jual tidak mungkin. Khawatir tidak laku.

Lantas, mereka terpaksa harus mengurangi volume timbangan bahan baku tempe dan tahu yang diolahnya.

“Volume timbangannya kita kurangi, soalnya kalau menaikkan harga tidak mungkin di pasaran karena banyak yang komplain kalau harga tempenya naik,” kata Asep Usman pengrajin tempe di Kota Kuala Kapuas, Senin (4/1).

Menurut Asep Usman, harga kedelai sebelumnya dibelinya di Banjarmasin Rp 7.600 perkilogram.

Namun sekarang harganya naik menjadi Rp 9.600 perkilogram.

“Kenaikan harga kedelainya tinggi sekali mendekati sepuluh ribu perkilogram. Saya harap pemerintah bisa menurunkan harga kedelai supaya penghasilan kami tidak minus,” harap Usman.

Sementara itu Plt Kepala Disdagperinkop Kapuas, Batu Panahan mengatakan, harga tahu dan tempe di pasar induk Kapuas masih relatif stabil atau tidak mengalami kenaikkan.

“Untuk sementara ini di Kapuas, setelah kami lakukan pemantauan di lapangan, untuk harga tahu dan tempr masih relatif stabil,” katanya di Kuala Kapuas, Senin (4/1)

Menurut Batu Panahan masih stabilnya harga tahu dan tempe di pasaran karena untuk bahan baku kedelainya masih ada yang menggunakan stok lama.

“Sehingga belum terjadi adanya kenaikkan harga yang signifikan untuk tahu dan tempe, karena sebagian pengrajin masih menggunakan bahan baku kedelai stok lama,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kapolres

Kalteng

Kapolres Kapuas Imbau Warga Lakukan Ibadah Natal dengan Patuhi Prokes
apahabar.com

Kalteng

Hoaks Orang Positif Corona Beradar, Kadinkes Kalteng: Jangan Percaya
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Barut: Bertambah 12 Orang, Positif Jadi 271 Kasus
Covid-19

Kalteng

Update Covid-19, Belasan Warga Kapuas Sembuh
apahabar.com

Kalteng

Polresta Palangka Raya Kalteng Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur, Simak Faktanya
apahabar.com

Kalsel

Bupati Barito Utara Opname di Ibu Kota Kalsel, Ada Nama Nadalsyah di RS Suaka Insan Banjarmasin
Pesawat di Kalteng

Kalteng

Teka-Teki Puing Diduga Pesawat di Kalteng Terkuak, Pecahan Roket Cina?
apahabar.com

Kalteng

Bunuh Satwa Dilindungi, Warga Sei Pitung ini Ditangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com