Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km

- Apahabar.com Selasa, 19 Januari 2021 - 11:09 WIB

Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km

Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto-Antara/Hendra Nurdiyansyah via suara.com

apahabar.com, YOGYAKARTA – Dini hari ini, Selasa (19/1) Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 1,8 kilometer.

Arah luncuran awan panas panas guguran tersebut ke barat daya atau hulu Kali Krasak sejauh 1.800 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida melalui keterangan, mengatakan awan panas guguran yang terekam di seismogram pada pukul 02.27 WIB itu memiliki durasi 209 detik dengan amplitudo maksimum 60 mm.

“Jarak luncur kurang lebih 1.800 meter ke arah barat daya ( Kali Krasak-Kali Boyong ). Teramati tinggi kolom 500 meter di atas puncak. Angin bertiup ke timur,” kata Hanik dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Antara, Selasa pagi.

Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB, BPPTKG mencatat 30 kali guguran material dengan jarak luncur maksimum 300-900 meter mengarah ke barat daya.

BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 mm dan durasi 209 detik, 31 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-46 mm dan durasi 24-103 detik, serta dua kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-5 mm, dan durasi 9-16 detik, serta dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 34-75 mm, dan durasi 7.2-7.4 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Cuaca di gunung itu cerah. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dengan suhu udara 14-20 derajat selsius, kelembaban udara 71-93 persen, dan tekanan udara 563-686 mmHg.

Sebelumnya, per 14 Januari 2021 BPPTKG mencatat volume kubah lava Gunung Merapi telah mencapai 46.766 meter kubik dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 meter kubik per hari.

Berdasarkan hasil pengamatan selama sepekan terakhir, dari 8 hingga 14 Januari 2021, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan meliputi area dalam radius lima kilometer dari puncak gunung.

BPPTKG menyarankan aktivitas penambangan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi di kawasan rawan bencana dihentikan serta meminta para pelaku wisata dan pendaki tidak melakukan kegiatan di kawasan rawan bencana.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Petani Pidie Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Nasional

Detik-detik Penyerangan Polsek Wonokromo
apahabar.com

Nasional

Lempar Botol ke Lapangan, Warning Kemendagri Untuk Gubernur Kalteng
apahabar.com

Nasional

Tetap Ikuti Prosedur Kesehatan, WHO Peringatkan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bintang Muda FTV Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Jokowi Dapat Apresiasi Terkait Kontribusinya Menangani Kebakaran Hutan di Australia
apahabar.com

Nasional

Pernyataan BPP Prabowo Soal Tambang Meratus
apahabar.com

Nasional

Komplotan Pengoplos Gas Elpiji 3 Kg Dibongkar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com