Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel

Dipicu Sentimen Pemulihan Ekonomi AS, Rupiah Ditutup Melemah

- Apahabar.com Senin, 11 Januari 2021 - 18:25 WIB

Dipicu Sentimen Pemulihan Ekonomi AS, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS, Senin (11/1) sore. Foto-Antara/Wahyu Putro A

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (11/1) sore ditutup melemah.

Pelemahan rupiah dipicu sentimen pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup melemah 105 poin atau 0,75 persen ke posisi Rp 14.125 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.020 per dolar AS.

“Ekspektasi bangkitnya perekonomian AS di tahun ini dan imbal hasil obligasi yang tetap kuat, serta pernyataan para pejabat bank sentral AS The Fed yang menunjukkan optimisme pemulihan ekonomi, membuat dolar AS menguat tajam,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin.

Presiden AS terpilih Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan bantuan lebih segera sekarang dan bertindak saat ini akan membantu ekonomi bahkan dengan pembiayaan defisit.

Dia telah berjanji untuk menyusun proposal dukungan fiskal triliunan dolar AS dalam minggu mendatang untuk memerangi Covid-19.

Sementara itu seruan untuk pemakzulan Trump meningkat setelah dia menghasut pendukungnya hingga melakukan kerusuhan di Capitol Hill di Washington DC.

Dari domestik, survey Bank Indonesia menyatakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menguat pada Desember 2020 sebesar 96,5 persen yang bulan sebelumnya hanya 92 persen.

Hal itu menandakan bahwa keyakinan konsumen mendekati zona optimis.

Keyakinan konsumen yang membaik didorong oleh menguatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi yang didukung oleh aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Walaupun IKK membaik, namun kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat, atau yang saat ini disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi dimulai hari ini.

Kebijakan tersebut diterapkan oleh pemerintah guna menekan penyebaran penyakit Covid-19 yang semakin meningkat.

Rupiah pada pagi hari dibuka stagnan di posisi Rp 14.020 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.020 per dolar AS hingga Rp 14.155 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.155 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.058 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Masih karena Covid-19, IHSG Berpotensi Terkoreksi Sepekan ke Depan
apahabar.com

Ekbis

Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong
apahabar.com

Ekbis

AS-China Memanas, Rupiah Kena Imbasnya
apahabar.com

Ekbis

Kembali Angkut Penumpang, Gojek: Kedepankan Prosedur Kesehatan dan Kebersihan
apahabar.com

Ekbis

Malam Lebaran, Penjual Peci di Kelayan Ketiban Cuan
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Singgung 2 Sektor Andalan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Terjun Bebas, Harga Tiket ke Korsel Hanya Rp149 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpotensi Tergerus, Imbas Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com