Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3

Direndam Banjir, Ribuan Hektar Padi Unggul di Batola Mengalami Puso

- Apahabar.com Senin, 18 Januari 2021 - 19:52 WIB

Direndam Banjir, Ribuan Hektar Padi Unggul di Batola Mengalami Puso

Salah satu lahan pertanian milik warga yang direndam banjir di Kecamatan Mandastana. Foto: Istimewa

apahabar.com, BATOLA – Selain memaksa warga mengungsi, banjir di Barito Kuala juga merusak ribuan hektar tanaman padi unggul.

Selama lima hari terakir, tercatat banjir telah menggenangi sekitar 5.401 hektar lahan tanaman padi. Diestimasi lahan tersebut menghasilkan 80.050 kilogram gabah.

Catatan itu dirangkum Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola dalam data padi unggul periode 1 Oktober 2020 hingga 15 Januari 2021.

Petani di Kecamatan Mandastana terkena dampak banjir kiriman paling parah. Selain diharuskan mengungsi, tidak kurang 1.281 hektar lahan tanaman padi mereka tergenang.

“Mau bagaimana lagi, karena sudah anakan padi sudah tak bisa diselamatkan lagi,” ungkap Miseni, salah seorang petani di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Senin (18/1).

“Sekarang yang terpenting keluarga selamat, karena air sudah masuk rumah. Sementara kami mengungsikan keluarga di posko desa,” imbuhnya.

Meski masyarakat tidak langsung mengalami dampak banjir separah di Mandastana, tercatat 1.256 lahan padi di Rantau Badauh juga tergenang banjir.

Berikutnya Anjir Pasar seluas 1.001 hektar, Anjir Muara 579,5 hektar, Jejangkit 438 hektar, Tabunganen 281,5 hektar, Alalak 221 hektar dan Cerbon 157 hektar.

Akumulasi dari intensitas curah hujan tinggi dan banjir selama lima hari terakhir, membuat sekitar 2.834 hektar tanaman padi dilaporkan mengalami puso atau sekitar 31.650 kilogram.

Anjir Pasar mengalami puso tertinggi seluas 999 hektar, Mandastana 689 hektar, Rantau Badauh 440 hektar, Jejangkit 339 hektar, Anjir Muara 197 hektar dan Alalak 161 hektar.

Selain padi unggul, terdapat 8 hektar lahan padi lokal yang terkena banjir. Tercatat sekitar 100 kilogram yang dilaporkan mengalami puso.

“Memang kegagalan pertanian akibat banjir tidak dapat dihindari. Tetapi kerugian masih bisa diminimalisasi, kalau petani mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” papar Murniati, Kepala Distan TPH Batola.

“Nilai pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektar, terutama untuk kerusakan 70 persen akibat hama maupun banjir,” tambahnya.

Beberapa kelompok tani di Batola sudah memanfaatkan asuransi tersebut. Terlebih syarat menjadi peserta AUTP adalah harus bergabung dalam kelompok tani.

“Kami berharap petani yang terancam mengalami gagal panen akibat banjir, sudah memanfaatkan asuransi tersebut,” tandas Murniati.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

nelayan di belawang

Batola

Semalaman Tak Pulang, Nelayan di Belawang Batola Ditemukan Meninggal
PPKM

Batola

PPKM di Batola, Diputuskan Setelah 12 Januari

Batola

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel
apahabar.com

Batola

Tetap Nol Kasus, Tugas Berat Menunggu Tabukan
Batola

Batola

Banjir Kelilingi Batola, Relawan Berjibaku Evakuasi Lansia
KPU

Batola

Sampai Malam, KPU Batola Turunkan APK Paslon Pilgub Kalsel 2020
Remaja

Batola

Alami Celebral Palsy Berat, Remaja Kuripan Batola Ini Hanya Bisa Berebah
Wabup Batola

Batola

Acungkan Jempol, Wabup Awali Vaksinasi Covid-19 di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com