Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Ditemukan Meninggal di Bukit Tangkiling Kalteng, Berikut Hasil Visum Penyebab Kematian Yongki

- Apahabar.com Jumat, 1 Januari 2021 - 18:29 WIB

Ditemukan Meninggal di Bukit Tangkiling Kalteng, Berikut Hasil Visum Penyebab Kematian Yongki

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Yongki Asto Prayogi, Jumat (1/1/2021), pukul 10.15 WIB. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Guna mencari Yongki Asto Prayogi (41) Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya bersama Tim SAR gabungan melakukan penyisiran 9 bukit di Tangkiling.

Pencarian selama 4 hari tersebut akhirnya berbuah hasil, Yongki ditemukan di Lembah Bukit Tangkiling, Jumat (1/1), pukul 10.15 WIB.

Tetapi saat ditemukan, anggota senior Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Dozer Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya (UPR) ini, sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala KPP Palangka Raya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa pihaknya menemukan korban di Lembah Bukit Tangkiling pada koordinat 01°59’36” S-113° 45’31” E dengan jarak kurang lebih 372 meter dari lokasi diduga korban terjatuh di Bukit Tangkiling.

Kasie Operasional Basarnas Palangka Raya Adliandy Salman mengungkapkan, kesulitan mencari korban hingga memakan waktu berhari-hari lantaran medan yang terjal. Apalagi saat pencarian cuaca tidak bersahabat.

Untuk menemukan keberadaan korban, pihaknya harus menyisir 9 bukit yang ada di Tangkiling.

Berbekal informasi penjaga warung dan warga sekitar yang melihat ciri-ciri mirip korban, akhirnya pencarian membuahkan hasil.

Yogie Pratiko Edelsetyo yang merupakan salah satu anggota Emergency Respon Palangka (ERP), mengungkapkan korban pertama kali ditemukan oleh regu Mapala Dozer, di Bukit Banturung.

“Ditemukan dari titik nol Batu Banama, jika mengikuti jalur sekitar 3 kilometer. Tapi kalau tembak lurus tidak sampai 2 kilometer,” ujarnya.

Saat ditemukan, posisi muka korban menghadap ke tanah, meringkuk dan tidak bisa dikenali lagi wajahnya.

Diakuinya, kesulitan mencari korban, karena minimnya informasi awal dan medan tidak menentu.

“Kami sering mandek, karena sering hujan lebat sewaktu pencarian. Pencarian sejak pukul 08.00 WIB, siang istirahat dan dilanjutkan sekitar pukul 13.00 hingga pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Kepala Instalasi Forensik, dr Ricka Brillianty, mengatakan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Kemungkinan besar, tergelincir saat mau turun hingga jatuh terguling dengan wajah duluan.

“Waktu kematian kurang lebih hari kelima dari hari dilaporkan hilang. Ini berdasarkan jumlah belatung yang sudah besar-besar di atas 2 sentimeter,” imbuhnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Apahabar.com

Kalteng

Piket SPKT Polres Kapuas Perketat Cek Rutan
apahabar.com

Kalteng

Habib dan Istri Eksplor Bukit Olahraga Ekstrem
apahabar.com

Kalteng

Dua Mantan Atlet Kalteng Sampaikan Uneg-Uneg Kekecewaan
apahabar.com

Kalteng

Malam Terakhir Ramadan, Pusat Perbelanjaan di Palangka Raya Diserbu Pengunjung
Kapuas

Kalteng

Tekan Covid-19 di Kapuas, Camat Diminta Segera Bentuk Satgas Tingkat RT RW
Perempuan Paruh Baya

Kalteng

4 Hari Hilang, Perempuan Paruh Baya di Kapuas Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Polisi Periksa Lima Terduga Tilap Uang Belasan Miliar Koperasi Barut

Kalteng

Polisi Periksa Lima Terduga Tilap Uang Belasan Miliar Koperasi Barut
Vaksin

Kalteng

Tiba Malam Ini, Berikut Penampakan Tempat Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Barut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com