Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Duh, Buaya Liar Pulau Sanipah Ganggu Pencarian Korban Tenggelam

- Apahabar.com Minggu, 10 Januari 2021 - 14:03 WIB

Duh, Buaya Liar Pulau Sanipah Ganggu Pencarian Korban Tenggelam

Pencarian Korban tenggelam Fikiyadin alias Fiky (19) kembali dilanjutkan dengan menyisir pulau Sanipah di muara laut Desa Kandangan Lama menggunakan perahu. Foto-apahabar.com/Ali Chandra

apahabar.com, PELAIHARI – Pencarian Fikiyadin alias Fiky (19) diganggu oleh kehadiran sejumlah buaya liar di Pulau Sanipah di muara laut Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Tanah Laut, Polair, Polsek Panyipatan, TNI dan warga sekitar.

Namun, dalam upaya pencarian korban, tim gabungan hanya bisa memantau dari atas perahu, sebab di wilayah itu terdapat buaya liar.

“Ada sekitar 6 Buaya liar yang terlihat saat dilakukan pencarian korban. Makanya kita tidak berani mengambil resiko untuk berenang,” ujar Kapolsek Panyipatan, Ipda Subardi, Minggu siang.

Hari kedua pencarian korban, kata Subardi, tim gabungan memfokuskan pencarian tidak jauh dari lokasi kejadian sambil menyisir wilayah pantai arah Sabuhur menggunakan perahu.

Kondisi medan, cuaca yang tidak menentu dan derasnya arus di muara laut yang mempertemukan arus sungai menjadi kendala dalam upaya pencarian korban.

“Belum lagi, sinyal handphone di sekitar sangat sulit didapatkan di mana jarak tempuh ke Tanjung Dewa menuju Sanipah memerlukan waktu sekitar 2 jam, dan hanya bisa lewat laut menggunakan kapal,” ujarnya.

Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi, melalui Kasat Polair AKP Supriyanto sebelumnya mengatakan berdasarkan pengalaman, memang jam timbul korban tenggelam itu sudah lewat.

“Memang ada perhitungan jam muncul. Namun karena kondisi cuaca alam di sekitar itu jadi sulit,” jelasnya.

Apalagi, saat ini air pasang di muara laut yang mempertemukan dua sungai di sana.

Jadi, menurut Supriyanto, ada dua kemungkinan, korban masih ada di daerah itu atau memang terbawa arus ke laut.

“Karena itu, kami juga mengimbau para nelayan untuk turut membantu pencarian terhadap korban tenggelam tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, nahas dialami Fikiyadin alias Fiky, warga Desa Sukaramah Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tala, Jumat (8/1) malam. Niat mencari makanan menyeberang sungai bersama rekannya ke kampung nelayan di Pulau Sanipah, ia justru kelelep terbawa arus.

Sementara dua teman, Zailani dan Diky berhasil selamat.

Peristiwa berawal, saat korban dan dua rekannya selesai melakukan penanaman pohon. Saat sore menjelang malam, mereka berniat membeli bahan makanan ke kampung nelayan di seberang Pulau Sanipah. Kemudian mereka berenang menyeberang.

Korban sempat ditegur agar tidak ikut menyeberang jika tidak bisa berenang. Fikri tidak mengindahkan teguran itu. Ia pun ikut berenang menyeberang.

Singkat cerita, rekannya Diki dan Zailani sampai ke seberang. Sementara Fiki yang sudah dekat justru hanyut terbawa arus dan tenggelam.

Diky yang melihat mencoba menolong, akan tetapi kuatnya arus membuat ia tidak dapat menyelamatkan korban.

Rekanan emergency Tanah Laut bersama BPBD Tanah Laut, Polsek, Polair terus melakukan upaya pencarian Fiki, dengan menyisir perairan Sanipah Desa Kandangan Lama.

Kapolsek Panyipatan, Ipda Subardi menuturkan hingga kini korban masih dalam pencarian. “Kami menyusuri perairan muara Sanipah tidak jauh dari lokasi korban hanyut,” kata Kapolsek.

Perairan muara itu, sambung dia, cukup dalam apalagi saat ini air sedang pasang dan arus deras.

“Korban diduga mengalami kelelahan saat menyeberang. Sebab selain dalam, jalur yang ditempuh cukup panjang mencapai 50 meter,” tutupnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Simak Kisah Berlian Sultan Adam Jatuh ke Pangkuan Negeri Kincir Angin
apahabar.com

Kalsel

Booming Tanaman Keladi di Tapin, Pria Ini Rela Berburu Caladium ke Hutan
apahabar.com

Kalsel

Mulai 1 Juli, Pemohon SIM di Polres Batola Mesti Lulus Uji Psikologi
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Anggaran Kunker DPRD Batola Dipangkas
apahabar.com

Kalsel

Pamit dari DPRD Kalsel, Cuncung Minta Restu Berjuang di Senayan

Kalsel

Bantahan Lengkap Mahasiswa ULM, ODP Covid-19 di Papua
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pelanggar Terjaring Selama Operasi Patuh Intan di Batola
apahabar.com

Kalsel

Hatam 2019, Walhi Kalsel Desak Bentuk Komisi Khusus Kejahatan Tambang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com