Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Gegara Risk Appetite, Rupiah Ditutup Melemah

- Apahabar.com Selasa, 5 Januari 2021 - 18:47 WIB

Gegara Risk Appetite, Rupiah Ditutup Melemah

Ilustrasi karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Gegara risk appetite atau aset berisiko, rupiah ditutup melemah, Selasa (5/1) sore.

Dilaporkan Antara, risk appetite tengah tinggi peminatnya di pasar keuangan global.

Rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp13.915 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp13.895 per dolar AS.

“Dolar AS masih akan terus melemah oleh naiknya “risk appetite” serta stimulus AS,” kata analis Asia Valbury Futures Lukman Leong di Jakarta.

Investor tengah mengamati pemilihan putaran kedua pada Selasa waktu setempat di negara bagian Georgia, yang akan memutuskan partai mana yang mengendalikan Senat AS.

Jika Demokrat dari Presiden terpilih Joe Biden menguasai kedua majelis Kongres AS, pemerintahannya akan merasa lebih mudah untuk mendorong kebijakan seperti mengatur ulang perpajakan untuk meningkatkan stimulus dan pengeluaran infrastruktur.

“Rupiah secara teknikal mau pun fundamental masih bisa menguat lebih lanjut di bawah Rp14.000,” ujar Lukman.

Ia menambahkan penyebaran Covid-19 dan munculnya varian baru virus corona berpotensi menjadi isu yang menahan penguatan rupiah, meski sentimen pemulihan ekonomi pada 2021 lebih dominan.

“Penguatan rupiah bisa tertahan, namun sentimen pasar lebih kuat saat ini yaitu terkait harapan akan perbaikan dan pemulihan tahun ini,” kata Lukman.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp13.900 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.900 per dolar AS hingga Rp13.925 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.945 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp13.903 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW
apahabar.com

Ekbis

BI Beberkan Alasan Kenapa Indonesia Masih Jadi Konsumen Keuangan Syariah
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Didorong Potensi Stimulus Fiskal AS, Rupiah Hari Ini Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Rindu Yogya, Ibu Rumah Tangga Ini Tawarkan Gudeg Kangen
apahabar.com

Ekbis

2020, Mendag Bertekad Hilangkan Minyak Goreng Curah
apahabar.com

Ekbis

CSR Telkomsel Siap Akselerasi Pembangunan Masyarakat Digital Indonesia
Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com