Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

Gejolak Harga Elpiji di Banjarbaru, Gas Subsidi Tembus Rp55 Ribu!

Banjir mulai reda. Warga Banjarbaru mulai mengeluhkan harga gas elpiji 3 kilogram. Di sejumlah tempat, harga si melon mencapai Rp55 ribu...
- Apahabar.com     Jumat, 29 Januari 2021 - 12:16 WITA

Gejolak Harga Elpiji di Banjarbaru, Gas Subsidi Tembus Rp55 Ribu!

ILUSTRASI antrean elpiji 3 bersubsidi. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Banjir mulai reda. Namun warga di Banjarbaru mengeluhkan harga gas elpiji 3 kilogram. Di sejumlah tempat, elpiji melon mencapai Rp55 ribu.

Marni, seorang warga di Jalan Gotong Royong, Mentaos, Banjarbaru Utara kaget begitu tahu harga elpiji 3 Kg sudah melonjak.

“Padahal kalau di pangkalan, satu tabung hanya Rp18 ribu sampai Rp25 ribu,” ujarnya kepada apahabar.com, Jumat (29/11).

Namun, di pangkalan stoknya terbatas. Marni kerap tak kebagian. Pun begitu, di tingkat pengecer.

“Di toko kelontong harganya bisa Rp55 ribu. Itu juga syukur kalau ada, sekarang lagi susah nyarinya,” ujarnya.

Lain lagi dengan Lastri. Warga Mentaos satu ini mendapati harga elpiji 3 Kg mencapai Rp40 ribu/tabung.

“Ada juga Rp35 ribu, belakangan ini harganya tidak menentu,” ucapnya.

Untuk diingat, Pertamina sudah berulang kali mengimbau ke pangkalan elpiji 3 Kg di Kalsel untuk mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET). HET yang berlaku saat ini Rp 17.500.

Jika ditemukan pangkalan menjual di atas HET, Pertamina tak segan mengambil tindakan tegas hingga pemutusan hubungan usaha (PHU).

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Banjarbaru, Anshori menyebut sejumlah faktor melonjaknya harga elpiji 3 kg.

Yang utama, terhambatnya pendistribusian dari Pertamina ke pangkalan-pangkalan lantaran banjir beberapa pekan terakhir. Jika terlambat, kata dia, otomatis stok barang ikut menipis.

“Sudah hukum dagang jika barang kosong harga akan melonjak,” ujarnya dihubungi via seluler. “Yang memahalkan itu dari pedagang di toko-toko,” sebutnya lagi.

Hingga kini pihaknya masih memantau kelurahan mana saja yang belum mendapat jatah distribusi.

Pengiriman diakuinya memang belum merata. Karenanya, koordinasi dengan Pertamina terus dilakukannya.

“Tadi saya baru saja tanya di warung, harga gas Rp33 ribu per tabung,” aku Anshori.

Lebih jauh, bersama Pertamina pihaknya berencana menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga elpiji 3 kg.

“Kami akan pantau terus keadaan pasar,” singkat dia.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Penghuni Kolong Jembatan Antasari Kembali Beraktifitas
apahabar.com

Tak Berkategori

Asyik Bertransaksi, Pengedar Sabu Amuntai Selatan Berhasil Dibekuk
Longsor

Tak Berkategori

Trauma Longsor, Warga Berhamburan ke Luar Rumah Saat Hujan Deras Melanda Tala
apahabar.com

Tak Berkategori

Keputusan Tata Motors Pertahankan atau Lepas Jaguar Land Rover
apahabar.com

Tak Berkategori

KPU Kalsel Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara
apahabar.com

Tak Berkategori

ACT Antisipasi Risiko Krisis Kemanusiaan pada Momen 22 Mei

Tak Berkategori

Hari ini, Kotabaru Nihil Positif Covid-19, Sembuh 1 Orang
Nanang Galuh Balangan

Tak Berkategori

Sri Huriyati Dinobatkan Sebagai Bunda Asuh Pawadahan Nanang Galuh Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com