Dijadikan Bukti Denny Indrayana, Begini Penampakan Surat Pernyataan Komisioner KPU Banjar Ingat! Warga Banjarmasin Tolak Vaksin Covid-19 Dapat Denda dan Diputus BPJS Flash Sale UMKM Binaan Adaro, Ratusan Produk Ludes dalam Sekejap Bantahan Pertamina Izin Pangkalan Elpiji di Banjar Butuh Rp50 Juta  BREAKING! Kecelakaan Maut di Cempaka, 1 Pengendara Tewas

Gempa Sulawesi Barat, Korban Meninggal Dunia Mencapai 56 Orang

- Apahabar.com Minggu, 17 Januari 2021 - 11:30 WIB

Gempa Sulawesi Barat, Korban Meninggal Dunia Mencapai 56 Orang

Gempa yang terjadi sekitar pukul 02.28, Jumat (15/1), merusak rumah sakit dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Foto: Detik

apahabar.com, MAMUJU – Bertambah lagi jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat. Total ditemukan 56 jenazah yang tertimpa reruntuhan, Minggu (17/1).

Dari 56 korban meninggal, 47 di antaranya ditemukan di wilayah Kabupaten Mamuju. Sedangkan 9 korban lain di Kabupaten Majane.

Selain korban meninggal. terdapat 637 warga yang mengalami luka-luka, baik ringan, sedang maupun berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut, Jumat (15/1).

“Dari Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat dan rawat inap,” papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati seperti dilansir Antara, Minggu (17/1).

“Sedangkan di Majene terdapat 12 warga mengalami luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan,” tambahnya.

Proses evakuasi sendiri dipastikan terus berlangsung. Sedangkan aliran listrik di Majene maupun Mamuju sebagian sudah mulai menyala.

“Jalur darat penghubung Majene dan Mamuju yang sempat terputus akibat gempa, sudah pulih dan dapat dilalui kendaraan,” jelas Raditya.

“Adapun jalur tersebut dapat kembali dibuka, setelah Dandim 1401/Majene menugaskan Batalyon Zeni Tempur 8/SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat,” tambahnya.

Namun demikian, potensi gempa susulan masih berpotensi terjadi. Berdasarkan data BMKG, sebelumnya terjadi gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 di Majene, Sabtu (16/1).

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam, juga diingatkan bahaya longsoran dan reruntuhan batu,” tegas Raditya.

“Kemudian masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, juga harus segera menjauhi pantai apabila merasakan gempa susulan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kurang Senyum di Debat, Prabowo Seperti Orang Mau Nangis
apahabar.com

Nasional

Tambah 2 Heli, BPBD Kalsel Siap Atasi Puncak Karhutla
apahabar.com

Nasional

Hasil Penanganan 435 Kasus Korupsi: Rp 222 M Uang Negara Selamat, Sebagian Kelas Kakap
apahabar.com

Nasional

DLH Siapkan 500 Personel Saat Reuni 212
apahabar.com

Nasional

Rusuh Papua, KNPI Kalsel Sepakat Tolak Rasisme dan Persekusi!
apahabar.com

Nasional

Taiwan Setujui Remdesivir Buatan Gilead untuk Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek Sudah Renggut 16 Nyawa Warga!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com