Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto Duh, Wali Kota Balikpapan Terpilih Dipolisikan Terkait Dugaan Ijazah Palsu Ultah Corona di Banjarmasin: Pasien Positif Pertama Puji Syukur Kesembuhan Cerai dengan Adaro, Pama Gerak Cepat Antisipasi Gelombang PHK Massal

Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

- Apahabar.com Rabu, 20 Januari 2021 - 11:22 WIB

Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Sigid Kurniawan

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Rabu (20/1), diprediksi bergerak variatif.

IHSG juga berpotensi alami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.

IHSG dibuka menguat 12,66 poin atau 0,2 persen ke posisi 6.334,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,87 poin atau 0,29 persen ke posisi 991,92.

“IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini di tengah mayoritas katalis positif bagi pasar,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah dalam laporannya, seperti dilansir Antara, Rabu.

Indeks Wall Street pada perdagangan Selasa (19/1) kemarin ditutup menguat. Sedangkan indeks bursa regional Asia hari ini diperkirakan bergerak variatif.

Calon menteri keuangan AS di pemerintahan Joe Biden, Janet Yellen, mendesak kongres untuk mendukung belanja stimulus besar-besaran demi mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak parah akibat pandemi Covid-19.

Dalam kesaksiannya di Senat AS, Yellen juga menegaskan bahwa dirinya tidak menargetkan level tertentu untuk nilai tukar dolar terhadap mata uang lain.

Sementara itu, Presiden terpilih Joe Biden yang akan segera dilantik mengatakan, proposal paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS ditujukan untuk memulihkan ekonomi dan mempercepat distribusi vaksin Covid-19.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran seputar keamanan menjelang pelantikan Presiden Amerika Serikat hari ini waktu AS, yang dapat menjadi katalis negatif di pasar.

Presiden AS Donald Trump nampaknya tidak akan menjalankan serangkaian tradisi di pemerintahan AS sebelum pelantikan penggantinya. Trump dilaporkan akan meninggalkan Gedung Putih beberapa jam sebelum Biden dilantik menggantikannya.

Trump juga tidak akan memberikan ‘tur’ berkeliling Gedung Putih kepada Biden. Pelantikan Biden digelar setelah Trump berupaya sekuat tenaga menjegal saingan politiknya itu.

Dari domestik, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terakselerasi pada kuartal II 2021. Hal tersebut dapat menjadi sentimen positif di pasar.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemag 87,35 poin atau 0,31 persen ke 28.546,11, indeks Hang Seng naik 166,51 poin atau 0,56 persen ke 29.808,79, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,82 atau 0,03 persen ke 2.995,1.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi, BI Kalsel Terapkan Holding Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Resmi Dirilis, Ini Harga Oppo R17 Pro Nyaris Rp10 Juta
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, IHSG Berpotensi Turun Kembali Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Bakal Pimpin Kementerian Bidang Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp1.000 Usai Lebaran, Harga Emas Antam Jadi Rp917.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pasar Khawatir Covid-19 Kembali Meningkat, IHSG Awal Pekan Diprediksi Turun
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Sawit Kalsel April-Mei Relatif Datar
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2019, Harta Bos Facebook Terpantau Melonjak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com