Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban Masih Ada 122 Ribu Rumah di Kalteng Tak Layak Huni Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi Pencuri Mobil di Balikpapan Tak Ditahan Polisi, Kok Bisa?

Hari Pertama Jabat Presiden, Joe Biden Cabut Larangan Masuk Negara Muslim

- Apahabar.com Minggu, 17 Januari 2021 - 13:46 WIB

Hari Pertama Jabat Presiden, Joe Biden Cabut Larangan Masuk Negara Muslim

Joe Bidden berjanji langsung menghapus sejumlah kebijakan kontroversial selama Amerika Serikat dipimpin Donald Trump. Foto: CNN

apahabar.com, JAKARTA – Hari pertama menjadi Presiden Amerika Serikat, Minggu (17/1), Joe Biden langsung membatalkan belasan kebijakan pejabat terdahulu. Itu termasuk mencabut larangan masuk untuk beberapa negara muslim.

Pejabat presiden sebelumnya, Donald Trump, melarang warga dari beberapa negara muslim masuk ke Amerika Serikat.

Terutama dari Afrika, warga negara yang dilarang masuk berasal dari Libya, Somalia, Sudan dan Yaman, serta Iran dan Irak.

Mengutip dari CNN, Biden segera mencabut larangan masuk tersebut. Rencana ini diketahui melalui memo yang diperoleh Kepala Staf Ron Klain.

Pencabutan larangan ini merupakan salah satu janji Biden selama masa kampanye. Begitu Biden terpilih, beberapa organisasi muslim langsung menagih janji tersebut.

“Terdapat banyak alasan agar Biden mengakhiri larangan itu di hari pertama masa kepresidenan,” sahut Iman Awad, Direktur Legislatif Nasional Emgage Action.

“Sekalipun transisi presiden diwarnai berbagai masalah, komunitas muslim di Amerika berharap Biden memenuhi janji itu,” tambahnya.

Mengutip situs Joe Biden, terdaoat beberapa janji yang disampaikan untuk komunitas muslim Amerika.

Selain mengakhiri larangan perjalanan negara mayoritas muslim, Biden fokus menambahkan sumber daya dalam memerangi kejahatan rasial berbasis agama.

Biden pun memastikan mendengar suara muslim Amerika, serta memperluas layanan perawatan kesehatan .

Pun Biden berjanji melakukan investasi dalam mobilitas perekonomian muslim Amerika dengan meningkatkan upah minimum federal sebanyak 15 dolar.

Kemudian Biden mengecam pelanggaran hak asasi manusia secara global, termasuk terhadap muslim Uyghur di China dan Rohingya di Birma.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Himalaya

Global

Gletser Himalaya Pecah, 150 Warga India Diduga Tewas
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
apahabar.com

Global

6 Fakta Menarik Penerbangan yang Tidak Semua Orang Diketahui
apahabar.com

Global

2 Orang ‘Pembantu’ Video Bugil di Puncak Piramida Tertangkap

Global

Mendag M Lutfi Dapat Tiga Tugas Besar dari Jokowi, Apa Itu?
apahabar.com

Global

Tambang Emas di Afghanistan Runtuh, 30 Orang Tewas Tertimbun
apahabar.com

Global

Perdana dalam Sejarah, Raja Malaysia Turun Takhta
apahabar.com

Global

Emas Berjangka Naik Didukung Pelemahan Dolar AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com