Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Heboh Patung Vagina Raksasa di Tengah Taman, Dihujat Publik

- Apahabar.com Rabu, 6 Januari 2021 - 19:11 WIB

Heboh Patung Vagina Raksasa di Tengah Taman, Dihujat Publik

Patung karya seniman Juliana Notari menghiasi sebuah taman di Mata Sul Pernambucana, Brazil. Foto-Julian Notari

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah patung kontroversial menghiasi sebuah taman di Mata Sul Pernambucana, Brazil. Keberadaan patung vagina raksasa itu pun menuai hujatan.

Patung tersebut karya seniman Juliana Notari. Ia membangun patung berukuran 33 meter itu selama 11 bulan, dan dirilis pada malam tahun baru dengan membagikan foto hasil karyanya di media sosial.

Patung berbentuk kelamin wanita itu diberi nama Diva. “Di tengah begitu banyak rintangan di tengah tahun distopia ini, aku akhirnya bisa menyelesaikan Diva,” ucap Juliana, seperti dikutip Detikcom dari Daily Star.

Diva sendiri dibuat oleh 20 orang pria yang mengukirnya dengan tangan. Juliana menyebut bahwa pekerjanya adalah bertindak heroik karena mengerjakannya dengan sepenuh hati meski berada di bawah matahari.

“Itu adalah proses yang panjang, hampir 11 bulan dengan ketekunan, hidup bersama dan saling belajar. Dan jadilah Diva, bangunan yang besar,” ungkap Juliana.

Diva adalah land art yang memiliki tinggi 33 meter dan lebar 16 meter, serta memiliki kedalaman enam meter. Patung warna merah tersebut tampak begitu mencolok karena berada di tengah-tengah taman.

“Aku memanfaatkan seni untuk berdialog tentang isu gender dari perspektif perempuan yang dikombinasikan dengan masyarakat barang yang kosmosentris dan antroposentris,” kata Juliana.

Meski begitu, patung tersebut tidak ditanggapi masyarakat dengan baik. Patung ikonik tersebut berakhir dihujat oleh publik.

“Aku seorang wanita. Aku akan malu berjalan bersama keluarga di tempat yang memiliki hal seperti itu,” komentar netizen diunggahan sang seniman.

“Kamu sangat bodoh atau sangat naif, berbicara tentang vulva dan vagina itu penting untuk menghilangkan tabu, tapi ini perlu dilakukan dengan benar, dan menggali lubang merah raksasa di dasar jauh dari pembelajaran dan makna inklusif. Kamu tidak melakukan apapun untuk wanita,” ungkap warganet lainnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Populasi Lumba-lumba di Australia Turun, Perubahan Iklim Pemicunya
apahabar.com

Global

Teler Gegara Terpengaruh Teman, TKI Diusir dari Malaysia
apahabar.com

Global

Indonesia-Arab Saudi Perkuat Hubungan Kebudayaan
apahabar.com

Global

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran
apahabar.com

Global

Trump Tinjau Kebakaran California: Manajemen Hutan yang Buruk
apahabar.com

Global

Trump Hingga PM India Ucapkan Belasungkawa untuk Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS
Facebook

Global

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com