Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Berpotensi Menguat

- Apahabar.com Kamis, 14 Januari 2021 - 12:06 WIB

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Berpotensi Menguat

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang di kawasan Melawai, Jakarta. Foto-Antara/Rivan Awal Lingga

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (14/1), berpotensi menguat.

Potensi penguatan rupiah hari ini seiring imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) turun.

Pada pukul 9.28 WIB, rupiah melemah 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp 14.090 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.060 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pagi ini tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS masih terlihat menurun.

“Turunnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tersebut membantu pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap nilai tukar lainnya,” ujar Ariston di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup turun di kisaran 1,08 persen (13/1) dari sebelumnya yang tutup di 1,12 persen. Pagi ini imbal hasil obligasi AS masih bergerak di kisaran 1,08 persen.

Selain itu, pelaku pasar juga masih optimis terhadap rencana stimulus fiskal AS yang lebih besar di bawah pemerintahan Joe Biden. Optimisme tersebut bisa mendukung penguatan aset berisiko.

“Sentimen di atas bisa mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini,” kata Ariston.

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, vaksinasi Covid-19 masih memberikan sentimen positif ke rupiah.

Vaksinasi massal di Tanah Air resmi dimulai pada Rabu (13/1) kemarin. Presiden Joko Widodo menjadi warga negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin CoronaVac buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac.

Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Pada Rabu (13/1) lalu, rupiah ditutup menguat 70 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.060 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.130 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Naik 21%, Pertamina: Bright Gas 5,5 Kg Jadi Pilihan
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini Rupiah Diperkirakan Masih Akan Melemah
apahabar.com

Ekbis

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!
apahabar.com

Ekbis

Ciptakan SDM Unggul, BP Jamsostek Batulicin Gelar Pelatihan Alat Berat
apahabar.com

Ekbis

Kembali Terkoreksi, Rupiah Terpapar Sentimen Pasar
apahabar.com

Ekbis

Tanpa Ongkir, Permintaan Gula Pasir di Pasar Daring Mulai Membeludak
apahabar.com

Ekbis

Sudah Online, Pengusaha di Batola Bisa Urus Izin Dari Rumah
apahabar.com

Ekbis

Menanti Stimulus Ekonomi, IHSG Diprediksi Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com