Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Imbangi Kenaikan Harga Kedelai, Produsen Tempe di Batola Kurangi Bobot

- Apahabar.com Selasa, 5 Januari 2021 - 21:16 WIB

Imbangi Kenaikan Harga Kedelai, Produsen Tempe di Batola Kurangi Bobot

Tempe-tempe bikin Harapan Bersama yang masih dalam proses fermentasi. Foto: Istimewa

apahabar.com, BATOLA – Kendati harga kacang kedelai terus menanjak, produsen tempe di Barito Kuala, tetap berproduksi seperti biasa.

Kenaikan harga kedelai sudah terasa sejak November 2020, ketika harga per kilogram berkisar antara Rp7.600 hingga Rp7.800 dari sebelumnya Rp7.000.

“Harga terus naik dalam seminggu terakhir, sampai akhirnya mendekati Rp10 ribu per kilogram,” jelas Santi, produsen tempe bermerek dagang Harapan Bersama (HB) di Gang Salatiga Marabahan, Selasa (5/1).

“Meski harga kacang mulai mahal, kami terus produksi, karena bahan baku yang dikirim dari Banjarmasin masih tersedia,” imbuhnya.

Mensiasati kenaikan harga kedelai, produsen tidak menaikkan harga penjualan. Mereka hanya mengurangi bobot setiap batang tempe.

“Ketika harga kedelai masih normal, berat satu batang tempe mencapai 5 ons. Namun menggiring kenaikan harga kedelai, timbangan dikurangi menjadi 4,8 ons,” beber Santi.

“Mungkin bisa susut lagi sampai 4 ons, karena dikabarkan harga kedelai bisa mencapai Rp12 ribu per kilogram,” tambahnya.

Setiap batang tempe yang dijual Harapan Bersama seharga Rp5.000. Sementara di tingkat pengecer, harga jual mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000.

“Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi usaha kami. Sekarang rata-rata produksi kami sebanyak 800 batang per hari,” jelas Santi.

“Sementara sebelum pandemi, kami bisa memproduksi sampai 1.000 batang dari sekitar 350 kilogram kedelai,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kubah Datuk Abdusshamad

Batola

Pertimbangkan Protokol Kesehatan, Kubah Datuk Abdusshamad Marabahan Ditutup Lagi
apahabar.com

Batola

Belum Pasti Berangkat, CJH Barito Kuala Tetap Menjalani Tes Kebugaran
apahabar.com

Batola

Mulai Jenuh, Sejumlah Pasien Covid-19 di SKB Batola Minta Isolasi Mandiri

Batola

Covid-19 di Batola, Tersisa 17 Pasien Aktif
apahabar.com

Batola

Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan
apahabar.com

Batola

Hasil Integrasi SKD/SKB Diumumkan, 2 Formasi CPNS di Barito Kuala Tetap Kosong
Apahabar.com

Batola

Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Terminal Handil Bakti, Belasan Warga Terjaring
apahabar.com

Batola

Terimbas Pandemi Covid-19, Target Pajak di Barito Kuala Merosot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com