Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Imbas Banjir di Batola, Muncul Lubang di Jembatan Simpang Jejangkit

- Apahabar.com Sabtu, 23 Januari 2021 - 22:18 WIB

Imbas Banjir di Batola, Muncul Lubang di Jembatan Simpang Jejangkit

Lubang selebar sekitar 1 meter menganga di jalan nasional depan jembatan Ray 7 Desa Tabing Rimbah. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Terjangan banjir selama lebih dari sepekan, membuat oprit jembatan di dekat simpang tiga menuju Jejangkit mulai berlubang.

Posisi jembatan yang menghubungkan jalan nasional itu terletak di Ray 7 RT 11 Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana.

Semula lubang terlihat tidak lebih dari 50 sentimeter. Namun akibat lalu lintas dan hempasan air, lubang bertambah besar hingga mencapai 1 meter.

Bahkan dari lubang tersebut, sudah terlihat rangka beton yang menghubungkan oprit dengan badan jembatan.

Agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama dari arah Banjarmasin, lubang tersebut ditandai relawan dengan batang kayu dan beberapa karung kapur.

Juga demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, relawan mengatur lalu lintas di jembatan menjadi hanya satu jalur.

Terkait kerusakan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Kuala sudah melapor kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Kalimantan Selatan.

“Kami sudah melaporkan kerusakan itu kepada BPJN agar segera melakukan survei, sebelum memutuskan langkah berikutnya,” papar Kepala Dinas PUPR Batola, Saberi Thanoor, Sabtu (23/1) sore.

Sebelum BPJN memutuskan tindakan selanjutnya, pengguna jalan diminta berhati-hati, terutama kendaraan pengangkut barang.

“Sebenarnya jembatan masih bisa dilewati. Cuma dikwatirkan lubang bertambah besar, mengingat arus air masih deras,” beber Saberi.

“Sering dilewati kendaraan yang membawa beban berat, juga bisa menyebabkan lubang semakin melebar,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Masuki Tahun Keempat Kepemimpinan, Noormiliyani Tekankan Kalimat Inspirasi Presiden AS
apahabar.com

Batola

Target Menjadi Pioner di Kalsel, Batola Kebut Pilkades Elektronik Mulai 2021
apahabar.com

Batola

Update Covid-19 di Batola, Hasil Tracking di Perkebunan Temukan 5 Pasien Baru
apahabar.com

Batola

Belum Pasti Berangkat, CJH Barito Kuala Tetap Menjalani Tes Kebugaran
banjir

Batola

Pertimbangkan Jumlah Pengungsi, Batola Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Buaya

Batola

Heboh Penampakan Buaya di Semangat Dalam Batola, Cek Faktanya
apahabar.com

Batola

Bantu Bayi Hidrosefalus, Bupati Batola Juga Tekankan Evaluasi Pelayanan Kesehatan
Pandemi

Batola

Kemeriahan Digerus Pandemi, Hari Jadi Batola Ke-61 Justru Menjadi Sejarah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com