Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya

Inilah Desain Baru Meterai Rp10.000

- Apahabar.com Kamis, 28 Januari 2021 - 20:55 WIB

Inilah Desain Baru Meterai Rp10.000

Desain baru meterai Rp10.000 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi memperkenalkan meterai tempel baru, Kamis (28/1).

Meterai bernominal Rp10.000 tersebut menjadi pengganti meterai tempel lama desain tahun 2014.

“Meterai tempel baru tersebut sudah bisa diperoleh masyarakat di Kantor Pos seluruh Indonesia,” jelas Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kemenkeu.

“Oleh karena baru, meterai tempel baru ini memiliki ciri umum dan ciri khusus yang perlu diketahui masyarakat,” tambahnya.

Ciri umum meterai tersebut di antaranya gambar lambang negara, angka 10.000 dan tulisan SEPULUH RIBU RUPIAH, teks mikro modulasi INDONESIA dan blok ornamen khas Indonesia.

Sedangkan ciri khususnya adalah warna meterai didominasi merah muda, serat berwarna merah dan kuning.

Serat itu tampak pada kertas, garis hologram sekuriti berbentuk persegi panjang yang memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, gambar bintang, logo Kementerian Keuangan, serta tulisan DJP.

“Desain meterai tempel baru mengusung tema Ornamen Nusantara. Tema ini dipilih untuk mewakili semangat menularkan rasa bangga atas kekayaan yang dimiliki Indonesia dan semangat nasionalisme,” papar Hestu.

Kendati desain baru sudah dirilis, masyarakat masih bisa menggunakan meterai tempel edisi 2014 hingga 31 Desember 2021 dengan nilai paling sedikit Rp9.000.

Caranya adalah dengan membubuhkan tiga meterai masing-masing senilai Rp3.000, dua meterai masing-masing Rp6.000, atau meterai Rp3.000 dan Rp6.000 untuk setiap dokumen.

“Masyarakat juga mesti mewaspadai meterai tempel palsu atau bekas pakai, serta meneliti kualitas dan memperoleh meterai tempel dari penjual terpercaya,” tandas Hestu.

Merujuk Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020, bea materai Rp 10.000 dikenakan atas beberapa dokumen yang meliputi:

1. Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya;

2. Akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya;

Baca Juga: Begini 3 cara penggunaan meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000

3. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya;

4. Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apapun;

5. Dokumen transaksi surat berharga, termasuk Dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalam bentuk apa pun;

6. Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang;

7. Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) yang (1) menyebutkan penerimaan uang; atau (2) berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan;

8. Dokumen lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Quick Count Sementara, Data Masuk di Atas 90 Persen
apahabar.com

Nasional

Tragis, Penumpang Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Jatuh ke Laut
apahabar.com

Nasional

Jaksa OTT Oknum BKD Kalteng: Terkait Suap Kenaikan Pangkat ASN
apahabar.com

Nasional

Jubir: Hasil Negatif Rapid Test Tidak Jamin Bebas Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Demi Penanganan Covid-19, Pemerintah Revisi APBN 2020
apahabar.com

Nasional

Ini Kata Pengamat Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalsel
apahabar.com

Nasional

13 Penerbangan Dibuka, Penumpang di Soekarno-Hatta Membeludak
apahabar.com

Nasional

Selama Pandemi, 50 Daerah Ajukan Utang Rp28 Triliun ke Pemerintah Pusat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com